Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci

Irwan Febri

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:40 WIB
Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
baca 10 detik
  • Konflik AS dan Israel melawan Iran pada Sabtu (28/2) menyebabkan penutupan Selat Hormuz, mengganggu 20% perdagangan minyak dunia.
  • Eskalasi geopolitik ini mendorong harga minyak menembus $80 per barel, membuat emas menguat dan memicu sentimen risk-off pasar.
  • Investor merespons melalui volatilitas cepat pada kripto; Indodax menyarankan strategi DCA dan manajemen risiko untuk menjaga rasionalitas.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada Sabtu (28/2) meluas ke berbagai titik strategis. Situasi ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global dan pergerakan pasar keuangan dunia.

Penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menjadi salah satu dampak paling signifikan dari eskalasi konflik.

Iran juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab.

Kondisi tersebut mendorong harga energi naik tajam. Harga minyak dilaporkan menembus US$80 per barel. Kenaikan ini memicu sentimen risk-off di berbagai instrumen investasi serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan gangguan pasokan global.

Emas Menguat, Kripto Bergerak Cepat

Di tengah tekanan pasar, harga emas dunia menguat hingga berada di sekitar US$5.100 per troy ons. Peningkatan ini terjadi karena investor mencari aset lindung nilai atau safe haven.

Sementara itu, saham teknologi Amerika Serikat hanya mampu mencatat pemulihan terbatas. Pasar kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam menjadi salah satu indikator tercepat dalam merespons perubahan sentimen.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat turun ke level US$63.100 pada akhir pekan. Namun pada awal pekan, nilainya melonjak hingga US$70.000 sebelum kembali bergerak stabil di kisaran US$68.000.

Total kapitalisasi pasar kripto global saat ini berada di sekitar US$2,33 triliun.

baca juga

Tingginya Volatilitas Jadi Sorotan

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai fluktuasi tajam tersebut menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu geopolitik dan risiko makroekonomi.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma. (Dok. Istimewa)
Vice President INDODAX, Antony Kusuma. (Dok. Istimewa)

“Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto,” ujarnya.

Menurut Antony, pada fase awal gejolak, investor biasanya memilih bersikap defensif atau risk-off demi menjaga likuiditas. Jika ketidakpastian terus berlanjut, sebagian pelaku pasar akan mempertimbangkan instrumen yang lebih stabil.

Ia menekankan pentingnya menghindari keputusan berbasis FOMO, serta menerapkan diversifikasi dan manajemen risiko secara disiplin.

“Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama,” jelas Antony.

Strategi Jangka Panjang dan DCA

Indodax juga menegaskan komitmennya dalam menjaga likuiditas, keamanan sistem, serta transparansi di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global," katanya.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, Indodax terus mendorong para anggotanya agar tetap rasional menghadapi volatilitas pasar. Investor diimbau untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research dan menerapkan pengelolaan risiko secara ketat.

"Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas," kata Antony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:23 WIB

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:21 WIB

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:15 WIB

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:55 WIB

Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran

Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 11:27 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×