Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci

Irwan Febri

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:40 WIB
Bitcoin Naik Turun Imbas Perang Timur Tengah, Manajemen Risiko Dinilai Jadi Kunci
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
  • Konflik AS dan Israel melawan Iran pada Sabtu (28/2) menyebabkan penutupan Selat Hormuz, mengganggu 20% perdagangan minyak dunia.
  • Eskalasi geopolitik ini mendorong harga minyak menembus $80 per barel, membuat emas menguat dan memicu sentimen risk-off pasar.
  • Investor merespons melalui volatilitas cepat pada kripto; Indodax menyarankan strategi DCA dan manajemen risiko untuk menjaga rasionalitas.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada Sabtu (28/2) meluas ke berbagai titik strategis. Situasi ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global dan pergerakan pasar keuangan dunia.

Penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menjadi salah satu dampak paling signifikan dari eskalasi konflik.

Iran juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab.

Kondisi tersebut mendorong harga energi naik tajam. Harga minyak dilaporkan menembus US$80 per barel. Kenaikan ini memicu sentimen risk-off di berbagai instrumen investasi serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan gangguan pasokan global.

Emas Menguat, Kripto Bergerak Cepat

Di tengah tekanan pasar, harga emas dunia menguat hingga berada di sekitar US$5.100 per troy ons. Peningkatan ini terjadi karena investor mencari aset lindung nilai atau safe haven.

Sementara itu, saham teknologi Amerika Serikat hanya mampu mencatat pemulihan terbatas. Pasar kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam menjadi salah satu indikator tercepat dalam merespons perubahan sentimen.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat turun ke level US$63.100 pada akhir pekan. Namun pada awal pekan, nilainya melonjak hingga US$70.000 sebelum kembali bergerak stabil di kisaran US$68.000.

Total kapitalisasi pasar kripto global saat ini berada di sekitar US$2,33 triliun.

Tingginya Volatilitas Jadi Sorotan

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai fluktuasi tajam tersebut menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu geopolitik dan risiko makroekonomi.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma. (Dok. Istimewa)
Vice President INDODAX, Antony Kusuma. (Dok. Istimewa)

“Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto,” ujarnya.

Menurut Antony, pada fase awal gejolak, investor biasanya memilih bersikap defensif atau risk-off demi menjaga likuiditas. Jika ketidakpastian terus berlanjut, sebagian pelaku pasar akan mempertimbangkan instrumen yang lebih stabil.

Ia menekankan pentingnya menghindari keputusan berbasis FOMO, serta menerapkan diversifikasi dan manajemen risiko secara disiplin.

“Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama,” jelas Antony.

Strategi Jangka Panjang dan DCA

Indodax juga menegaskan komitmennya dalam menjaga likuiditas, keamanan sistem, serta transparansi di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global," katanya.

Sebagai platform crypto exchange terbesar di Indonesia, Indodax terus mendorong para anggotanya agar tetap rasional menghadapi volatilitas pasar. Investor diimbau untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research dan menerapkan pengelolaan risiko secara ketat.

"Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas," kata Antony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:23 WIB

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:21 WIB

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:15 WIB

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:55 WIB

Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran

Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB