- Tiap Rp1 juta omzet McD picu Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor lain.
- 86% belanja pemasok (Rp3,8 T) mengalir ke mitra lokal & petani domestik.
- 43% karyawan adalah anak muda yang memulai karier profesional di McD.
Suara.com - Operasional McDonald’s Indonesia di bawah bendera PT Rekso Nasional Food terbukti bukan sekadar bisnis restoran cepat saji biasa. Sebuah studi independen terbaru dari firma penasihat ekonomi global, Oxford Economics, mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah menjelma menjadi ekosistem terintegrasi yang memberikan dampak ekonomi berlapis bagi Indonesia.
Laporan bertajuk analisis inisiatif ketenagakerjaan dan pengadaan periode April 2024 hingga Maret 2025 tersebut mencatat angka yang cukup mencengangkan. Untuk setiap 100 karyawan langsung di McDonald’s, ekosistem ini mampu menyokong 330 lapangan kerja tambahan di berbagai sektor pendukung seperti pertanian dan distribusi.
Tak hanya soal tenaga kerja, studi ini menyoroti multiplier effect (efek pengganda) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tercatat, setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan McDonald’s Indonesia sukses mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor lain.
"Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan kemitraan pemasok lokal," ujar Stephen Foreman, Associate Director Oxford Economics.
Komitmen "Sepenuhnya Indonesia" dibuktikan melalui penguatan rantai pasok domestik. Sebanyak Rp3,8 triliun atau sekitar 86% dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal. Bahkan, 76% bahan baku utama—mulai dari ayam, telur, hingga minyak goreng—kini sepenuhnya dipasok oleh pelaku usaha dalam negeri.
Made Gunada, salah satu mitra pemasok, mengakui bahwa kolaborasi selama 33 tahun dengan McD telah mengangkat skala bisnisnya dari usaha kecil di Bali hingga kini melibatkan ratusan petani di seantero Pulau Jawa.
Di sisi sumber daya manusia, McDonald’s Indonesia menjadi "pintu masuk" utama bagi Generasi Z ke dunia profesional. Dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43% berada di rentang usia 18–24 tahun.
"Bagi anak muda, ini adalah tempat pertama mengenal disiplin dan kerja tim," kata Nurlaila (22), kru restoran McD Pondok Cabe. Selain itu, perusahaan ini juga menjunjung inklusivitas dengan 44% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan, serta memberikan ruang bagi penyandang disabilitas melalui program Special Crew Teman Tuli.
Michael Hartono, Director of Marketing & Insight McDonald’s Indonesia, menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus memastikan setiap langkah bisnis menciptakan dampak yang relevan dan berkelanjutan bagi ekonomi nasional.
Baca Juga: Timun Suri dan Blewah Laris Manis Diburu Warga Saat Ramadan
"Kami ingin tumbuh bersama masyarakat melalui akses kerja dan penguatan talenta lokal," pungkasnya.