Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan kepada wartawan tentang ekspose hasil temuan pelanggaran takaran Minyakita di PT Artha Eka Global Asia, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (13/5/2025). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom]
baca 10 detik
  • Mendag Busan kaji kenaikan HET MinyaKita karena harga Rp15.700 dinilai sudah tidak relevan.
  • Menko Pangan Zulhas libatkan BPKP hitung ulang harga agar kebijakan tidak rugikan rakyat.
  • Stok MinyaKita di pasar langka dan harga melonjak hingga Rp20.000/liter, di atas HET.

Suara.com - Sinyal kenaikan harga minyak goreng kemasan rakyat, MinyaKita, kian kuat. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, membuka peluang untuk menyesuaikan kembali Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dinilai sudah "basi" dan tak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Busan mengungkapkan bahwa patokan harga sebesar Rp15.700 per liter sudah bertahan terlalu lama tanpa ada evaluasi mendalam, sementara beban biaya di lapangan terus bergerak naik.

"Ya kita lihat kan apa namanya, itu udah lama kan. Tahun berapa itu? Udah tiga tahun lebih ya. Rp15.700 kan semua harus disesuaikan," ujar Busan saat ditemui di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kendati demikian, Busan menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah. Angka pasti kenaikan tersebut masih dalam tahap "godokan" internal Kementerian Perdagangan dan akan dihitung kembali bersama instansi terkait.

"Ya kan belum, nanti kita dari Kemendag udah ada hitungannya cuman ya nanti, kan dari hasil rapat tadi kita akan kaji, kita hitung lagi, kita hitung bareng-bareng ya," tambahnya.

Senada dengan Busan, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengonfirmasi adanya usulan penyesuaian tersebut. Namun, Zulhas memasang rem agar kebijakan ini tidak memicu gejolak di masyarakat. Ia meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit dan perhitungan yang presisi.

"Tadi Mendag usulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu. Ya, minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng," tegas Zulhas.

Meski pemerintah menyatakan belum ada keputusan resmi, jeritan pedagang di pasar tradisional sudah lebih dulu nyaring. Di Pasar PSPT, Tebet Timur, Jakarta Selatan, stok MinyaKita mulai menghilang dari peredaran.

Tika, salah satu pedagang setempat, menyebut stok ukuran 2 liter sangat sulit didapat dari distributor. Kalaupun ada, harganya sudah melonjak drastis mencapai Rp40.000, jauh melampaui aturan HET yang seharusnya hanya Rp31.400 untuk ukuran 2 liter.

baca juga

"Susah dicari sekarang kalau Minyakita. Harganya Rp40 ribu. Mending beli yang lain, nambah dikit lebih bagus kualitasnya," keluh Tika.

Kondisi serupa ditemukan pada lapak milik Rahman. Ia terpaksa menjual MinyaKita ukuran 1 liter seharga Rp20.000, selisih Rp4.300 dari aturan pemerintah. Realita pahit di pasar inilah yang kini menjadi rapor merah bagi pemerintah untuk segera menyeimbangkan antara ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bagi rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:14 WIB

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:36 WIB

Terkini

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

×