Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Achmad Fauzi

Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].
baca 10 detik
  • Indo Premier Sekuritas meluncurkan aplikasi IPOT berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung investasi saham real-time bagi investor retail di Indonesia.
  • Inovasi ini menyediakan fitur analisis pasar canggih guna menggantikan metode pengambilan keputusan investasi yang sebelumnya hanya berdasarkan spekulasi.
  • Platform ini menawarkan arsitektur berkecepatan tinggi serta sistem keamanan berlapis untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas perdagangan saham nasabah.

Suara.com - Dunia pasar modal kini mulai berubah dengan kecanggihan teknologi. Apalagi dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuat investasi di pasar modal semakin mudah.

Namun, investor di Indonesia masih belum canggih, karena belum beralih memanfaatkan AI dan real-time untuk aktivitas jual-beli saham. Padahal, di pasar maju seperti Amerika Serikat, penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.

Sebaliknya, keterbatasan akses terhadap data real-time di dalam negeri berpotensi membuat keputusan investasi menjadi kurang relevan dengan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

Atas kekurangan itu, Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT berinovasi menghadirkan aplikasi saham berbasis AI real-time dan live indicators.

Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].
Ilustrasi perdagangan saham . [Unsplash].

"Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail," ujar Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui berbagai fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik.

Data yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk angka kini diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami.

Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan pasar menjadi lebih jelas. Investor pun dapat membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bergantung pada asumsi atau spekulasi.

Pendekatan ini dinilai mampu mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini atau rumor, kini keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi pasar yang sedang berlangsung secara real-time.

baca juga

Dari sisi infrastruktur, IPOT juga diklaim dibangun dengan arsitektur real-time berlatensi rendah dan kemampuan pemrosesan data tinggi.

Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun serta investasi teknologi besar, platform ini dirancang untuk mengikuti kompleksitas pasar modern.

Selain itu, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan serta mencegah akses ilegal.

Tak hanya itu, ekosistem IPOT juga dilengkapi dengan IPOT Views, yakni riset berbasis data yang membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif dan mengurangi ketergantungan pada narasi spekulatif.

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, penggunaan teknologi AI real-time dinilai menjadi faktor pembeda utama. Investor yang memiliki akses terhadap data cepat dan sistem analisis canggih disebut berada dalam posisi lebih unggul dibandingkan mereka yang masih mengandalkan sistem lama.

Sebagai bagian dari transformasi ini, IPOT membuka akses penggunaan aplikasinya secara gratis, termasuk bagi investor yang sebelumnya menggunakan sekuritas lain.

Perubahan ini sekaligus menandai babak baru dalam industri trading saham di Indonesia. Di era di mana pasar bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama dalam meraih peluang.

"Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya," pungkas Sergio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×