Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:34 WIB
Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah mencatatkan defisit jumbo di awal tahun 2026. Foto YouTube Kemenkeu.
Baca 10 detik
  • Defisit APBN Feb 2026 capai Rp135,7 T, melonjak 342,4% akibat percepatan belanja awal tahun.
  • Menkeu Purbaya sengaja pacu belanja sejak dini agar dampak ekonomi terasa lebih cepat.
  • Pendapatan negara Rp358 T, disokong pajak yang tumbuh 30,4% meski cukai dan PNBP turun.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah mencatatkan defisit jumbo di awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, tekor anggaran tercatat mencapai Rp135,7 triliun.

Angka defisit ini melonjak tajam 342,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski terlihat mengkhawatirkan, Purbaya menegaskan bahwa kondisi ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk memacu urat nadi perekonomian nasional lebih cepat.

"Ada yang bilang tahun lalu surplus, kenapa tahun ini defisit? Ya memang desain APBN kita defisit dan sekarang kita paksakan belanjanya lebih merata sepanjang tahun," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Purbaya menjelaskan, di bawah kepemimpinannya, pemerintah sengaja mengubah pola penyerapan anggaran. Jika tahun-tahun sebelumnya belanja negara cenderung menumpuk di akhir tahun (back-loaded), kini pemerintah mendorong akselerasi sejak Januari.

"Tujuannya agar dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian lebih terasa sejak dini," imbuhnya.

Berdasarkan data Kemenkeu, hingga 28 Februari 2026, pendapatan negara terkumpul Rp358 triliun (tumbuh 12,8 persen). Namun, di sisi lain, belanja negara melesat jauh lebih tinggi hingga 41,9 persen dengan realisasi Rp493,8 triliun.

Berikut adalah detail raport keuangan negara di dua bulan pertama tahun 2026:

Sektor Pendapatan (Total Rp358 Triliun):

  • Penerimaan Pajak: Rp245,1 triliun (Tumbuh signifikan 30,4%).
  • Kepabeanan & Cukai: Rp44,9 triliun (Turun 14,7%).
  • PNBP: Rp68 triliun (Turun 11,4%).

Sektor Belanja (Total Rp493,8 Triliun):

Baca Juga: Zulhas Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juni 2026, Purbaya Diminta Lakukan Ini

  • Belanja Pemerintah Pusat: Rp346,1 triliun (Melesat 63,7%).
  • Transfer ke Daerah: Rp147,7 triliun (Naik 8,1%).

Purbaya meyakini meski defisit melebar, instrumen fiskal ini masih dalam batas aman dan terkendali. Ia optimistis kombinasi pendapatan yang positif dan belanja yang terakselerasi akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI