Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:29 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak
Ilustrasi harga minyak dunia, akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran di Teluk. [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • Harga minyak Asia melonjak signifikan pada Kamis, 12 Maret 2026, menembus $100 per barel akibat eskalasi konflik AS-Israel versus Iran.
  • Konflik meluas ke utara Teluk Persia menyebabkan dua tanker terbakar, mendorong Oman mengosongkan terminal ekspor Mina Al Fahal.
  • IEA dan Presiden Trump berencana melepas cadangan strategis minyak untuk menahan guncangan pasokan global akibat ketegangan ini.

Suara.com - Harga minyak melonjak tajam di pasar Asia   pada perdagangan Kamis 12 Maret 2026, menembus level 100 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya indikasi gangguan pasar energi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Mengutip dari Investing.com,  harga minyak Brent berjangka melonjak lebih dari 9 persen menjadi 100,25 dolar AS per barel pada pukul 22:52 ET (02:52 GMT), sementara  harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 8,8 persen  menjadi 93,67 dolar AS per barel. 

Eskalasi konflik Iran yang telah memasuki hari ke-13 dilaporkan mulai meluas hingga ke utara Teluk Persia setelah dua tanker internasional terbakar akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Iran di dekat perairan Irak dan Kuwait. 

Situasi keamanan yang memburuk ini memaksa Oman mengosongkan terminal ekspor Mina Al Fahal sebagai tindakan preventif.

Ancaman blokade total terhadap Selat Hormuz—jalur yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dunia—menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas energi global. 

Namun, lonjakan harga minyak tertahan oleh rencana intervensi pasar dari IEA yang bersiap melepas 400 juta barel cadangan minyak strategis guna meredam guncangan pasokan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional guna meredam dampak guncangan energi akibat konflik dengan Iran. 

Langkah ini diambil di tengah situasi perang yang masih memanas, meskipun pihak Gedung Putih berulang kali mengklaim adanya sinyal perdamaian. 

Ketegangan tersebut sebelumnya sempat memicu volatilitas pasar yang ekstrem, dengan harga minyak mentah meroket hingga mendekati level 120 dolar AS per barel pada awal pekan.

Baca Juga: Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI