Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 12:19 WIB
Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun
Ilustrasi utang - bayar utang. (Pixabay/Pexels)
  • Utang RI Rp7.368 Triliun: Posisi ULN Januari 2026 tembus angka fantastis di tengah ketidakpastian.
  • Beban Pemerintah Naik: Utang pemerintah tumbuh 5,6%, sinyal ketergantungan APBN pada pinjaman.
  • Sektor Swasta Lesu: ULN swasta terkontraksi 0,7%, tanda dunia usaha enggan ekspansi.

Suara.com - Di tengah klaim pemerintah mengenai ekonomi yang stabil, kenyataan pahit justru terpampang dari tumpukan utang yang kian menggunung. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tercatat mencapai angka fantastis 434,7 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp7.368 triliun.

Meski Bank Indonesia (BI) berdalih posisi ini tetap "terjaga", angka pertumbuhan tahunan sebesar 1,7 persen (yoy) tetap menjadi alarm keras bagi kesehatan fiskal nasional. Ironisnya, di saat swasta mulai mengerem utang, pemerintah justru terlihat makin hobi menarik pinjaman.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa pembengkakan utang ini terutama dipicu oleh sektor publik. Posisi ULN Pemerintah pada Januari 2026 melonjak menjadi 216,3 miliar dolar AS, tumbuh 5,6 persen (yoy)—lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 yang sebesar 5,5 persen.

"Perkembangan ini dipengaruhi penarikan pinjaman untuk program dan proyek pemerintah serta aliran modal asing pada SBN internasional," ujar Denny dalam siaran persnya, Senin (16/3/2026).

Namun, klaim "kepercayaan investor" yang disebut-sebut pemerintah patut dipertanyakan efektivitasnya. Pasalnya, ketergantungan pada utang untuk membiayai APBN menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi kita masih sebatas angan-angan.

Kontras dengan pemerintah yang kian agresif, ULN swasta justru mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 0,7 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal bahaya bahwa sektor usaha sedang tidak baik-baik saja dan enggan melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru

Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru

Your Say | Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:21 WIB

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya

Lifestyle | Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:52 WIB

Tak Kebagian PINTAR BI? Tukar Uang di Kantor Cabang BRI Aja

Tak Kebagian PINTAR BI? Tukar Uang di Kantor Cabang BRI Aja

Bri | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:15 WIB

Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket

Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Kapan Waktu Terbaik Menyiapkan Dana Pensiun? Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:54 WIB

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:52 WIB

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:20 WIB

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:54 WIB