IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039

Achmad Fauzi

Senin, 16 Maret 2026 | 13:15 WIB
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I Senin 16 Maret 2026 turun 1,37 persen dipicu sentimen ketegangan Timur Tengah.
  • Ketegangan Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, berpotensi mengancam pasokan energi dan inflasi global.
  • Kondisi ini juga memicu perhatian pasar terhadap potensi pelebaran defisit APBN Indonesia di atas tiga persen.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren negatif pada perdagangan sesi pertama, Senin 16 Maret 2026. Tekanan datang dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG pada sesi I turun 97 poin atau 1,37 persen ke level 7.039. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan yang juga dialami oleh sejumlah bursa saham di kawasan Asia.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pasar masih dibayangi perkembangan konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.

"Pasar terus terbebani sentimen ketegangan Timur Tengah dan harga minyak yang berfluktuasi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan guncangan pasokan yang berpotensi memicu kembali inflasi global," tulis riset Pilarmas.

Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan.

Sementara itu, pasar juga mencermati laporan bahwa AS berencana membentuk koalisi negara untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran bisa berlangsung beberapa minggu ke depan. Ia juga menyebut AS akan berkoordinasi dengan sejumlah negara di kawasan untuk memastikan aliran minyak tetap berjalan.

Konflik tersebut berpotensi mengancam infrastruktur energi dan membuat Selat Hormuz tetap tertutup, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya energi global.

Kenaikan harga energi ini memicu tekanan inflasi sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) maupun bank sentral utama lainnya.

baca juga

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati potensi dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3 persen sebagai respons terhadap tekanan harga energi global.

Wacana penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengantisipasi pelebaran defisit APBN pun menjadi perhatian pelaku pasar. Investor berharap pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal melalui efisiensi anggaran guna mempertahankan kredibilitas di mata investor global dan lembaga pemeringkat internasional.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 17,62 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,22 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,01 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 176 saham bergerak naik, sedangkan 564 saham mengalami penurunan, dan 218 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LRNA, ROCK, INTD, TRIN, OKAS, IATA, VICO, EMAS, NIRO, WMPP, HBAT, RUNS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLA, ASPR, NZIA, ALKA, MPRO, KUAS, ZATA, RONY, SMLE, INPP, FORU, BRMS, DUTI, SOHO.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Lagi Diskon Gede-gedean, Intip Target Harga Sahamnya

BBRI Lagi Diskon Gede-gedean, Intip Target Harga Sahamnya

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:21 WIB

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 11:55 WIB

IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000

IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

×