Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039

Achmad Fauzi

Senin, 16 Maret 2026 | 13:15 WIB
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I Senin 16 Maret 2026 turun 1,37 persen dipicu sentimen ketegangan Timur Tengah.
  • Ketegangan Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, berpotensi mengancam pasokan energi dan inflasi global.
  • Kondisi ini juga memicu perhatian pasar terhadap potensi pelebaran defisit APBN Indonesia di atas tiga persen.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren negatif pada perdagangan sesi pertama, Senin 16 Maret 2026. Tekanan datang dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG pada sesi I turun 97 poin atau 1,37 persen ke level 7.039. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan yang juga dialami oleh sejumlah bursa saham di kawasan Asia.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pasar masih dibayangi perkembangan konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.

"Pasar terus terbebani sentimen ketegangan Timur Tengah dan harga minyak yang berfluktuasi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan guncangan pasokan yang berpotensi memicu kembali inflasi global," tulis riset Pilarmas.

Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan.

Sementara itu, pasar juga mencermati laporan bahwa AS berencana membentuk koalisi negara untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran bisa berlangsung beberapa minggu ke depan. Ia juga menyebut AS akan berkoordinasi dengan sejumlah negara di kawasan untuk memastikan aliran minyak tetap berjalan.

Konflik tersebut berpotensi mengancam infrastruktur energi dan membuat Selat Hormuz tetap tertutup, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya energi global.

Kenaikan harga energi ini memicu tekanan inflasi sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) maupun bank sentral utama lainnya.

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati potensi dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3 persen sebagai respons terhadap tekanan harga energi global.

Wacana penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengantisipasi pelebaran defisit APBN pun menjadi perhatian pelaku pasar. Investor berharap pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal melalui efisiensi anggaran guna mempertahankan kredibilitas di mata investor global dan lembaga pemeringkat internasional.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 17,62 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,22 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,01 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 176 saham bergerak naik, sedangkan 564 saham mengalami penurunan, dan 218 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LRNA, ROCK, INTD, TRIN, OKAS, IATA, VICO, EMAS, NIRO, WMPP, HBAT, RUNS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLA, ASPR, NZIA, ALKA, MPRO, KUAS, ZATA, RONY, SMLE, INPP, FORU, BRMS, DUTI, SOHO.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Lagi Diskon Gede-gedean, Intip Target Harga Sahamnya

BBRI Lagi Diskon Gede-gedean, Intip Target Harga Sahamnya

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:21 WIB

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Dividen BBCA 2026 Lebih Besar dari Tahun Lalu, Bisa Cair saat Lebaran?

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 11:55 WIB

IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000

IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 09:17 WIB

Terkini

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB