- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat pendapatan Rp2,5 triliun dan laba bersih tumbuh 48% sepanjang 2025.
- Kinerja keuangan meningkat didorong kontribusi produk margin tinggi, menghasilkan margin laba kotor 66% dan bersih 54%.
- CBDK memiliki total aset sekitar Rp23 triliun pada akhir 2025, didukung pengembangan kawasan terintegrasi PIK2.
Suara.com - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat peningkatan kualitas kinerja keuangan sepanjang 2025, seiring strategi perusahaan dalam mendorong kontribusi produk dengan margin tinggi.
Emiten pengembang kawasan pusat bisnis di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) ini tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memperkuat profitabilitas melalui komposisi produk yang lebih optimal.
Sepanjang 2025, margin laba kotor CBDK tercatat mencapai 66 persen, sementara margin laba bersih berada di level 54 persen. Peningkatan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam memaksimalkan nilai dari setiap proyek yang dikembangkan.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan peningkatan profitabilitas tersebut sejalan dengan kontribusi produk bernilai tambah tinggi di kawasan bisnis yang dikembangkan perusahaan.
“Kami juga melihat peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai 66 persen dan margin laba bersih sebesar 54 persen, yang mencerminkan semakin optimalnya monetisasi aset serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan CBD PIK2,” kata Steven Kusumo kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, produk-produk komersial yang dikembangkan di kawasan PIK2 memiliki karakteristik margin yang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya.

Hal ini terlihat dari sejumlah proyek yang telah diserahterimakan sepanjang tahun lalu, seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, hingga Rukan Asia Afrika.
Produk-produk tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas bisnis dan perdagangan, sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan sekaligus bagi kinerja perusahaan.
“Dengan semakin berkembangnya aktivitas komersial di kawasan ini, kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta,” ucapnya.
Di sisi lain, perusahaan juga didukung oleh kondisi fundamental keuangan yang relatif solid. Hingga akhir 2025, total aset CBDK tercatat mencapai sekitar Rp23 triliun.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan terpadu menjadi strategi utama dalam meningkatkan nilai ekonomi dari land bank yang dimiliki perusahaan.
CBDK tidak hanya fokus pada pembangunan properti, tetapi juga mengembangkan ekosistem kawasan bisnis yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2,” ujarnya.
Steven menilai, optimalisasi monetisasi aset menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan.
“Sepanjang tahun 2025, CBDK berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 48% YoY menjadi Rp1,4 triliun," ucapnya.