Suara.com - Tak mau THR lebaran habis begitu saja? Anda bisa memanfaatkannya untuk menjadi passive income di masa depan dengan modal kecil.
Simak beberapa rekomendasi passive income modal kecil di bawah ini buat Anda yang ingin mengembangkan aset tapi modal terbatas.
Pendapatan pasif atau passive income umumnya merujuk pada penghasilan apa pun yang tidak berasal dari pekerjaan aktif.
Contohnya adalah imbal hasil rekening tabungan, pendapatan investasi seperti dividen, uang sewa yang Anda kumpulkan dari properti real estat, atau apa pun yang menghasilkan uang bagi Anda saat Anda sibuk menjalani hidup terbaik Anda.
Jika Anda sedang mencari contoh passive income dengan modal kecil, coba simak rangkuman Suara.com di bawah ini.
Rekomendasi Passive Income Modal Kecil
1. Membuat Blog atau Situs Web
Blogging adalah cara yang terjangkau untuk mulai menghasilkan pendapatan pasif, dan cocok untuk hampir semua industri.
Dengan membuat blog atau situs web khusus, selain mempromosikan produk dan layanan Anda sendiri di blog, Anda dapat menghasilkan uang dari pemasaran afiliasi, iklan bergambar, dan ulasan bersponsor.
Setelah artikel muncul di peringkat mesin pencari, artikel tersebut akan menarik pengunjung selama bertahun-tahun, menghasilkan pendapatan pasif.
Metode ini sangat ampuh untuk niche Asia seperti makanan, perjalanan, pembelajaran bahasa, dan keuangan pribadi.
Ingatlah bahwa dibutuhkan waktu sembilan bulan atau lebih agar blog Anda menarik cukup banyak pembaca untuk mulai menghasilkan uang.
2. Otomatisasi dan monetisasi YouTube
Jika Anda percaya diri di depan kamera, maka video YouTube bisa menjadi jalan Anda.
Di sisi lain, saluran YouTube tanpa wajah juga memungkinkan kreator untuk menerbitkan video tanpa tampil di kamera.
Dengan menggunakan jasa penulisan skrip, sulih suara, dan pengeditan, dimungkinkan untuk membangun saluran yang dapat dikembangkan dan menghasilkan pendapatan melalui iklan, afiliasi, dan penjualan produk, yang seiring waktu menjadi semakin pasif.
Untuk memulai, yang Anda butuhkan hanyalah niche dan akun Google AdSense .

3. Membuat dan menjual kursus online
Anda mungkin pernah membaca tentang pengusaha lain yang menggunakan keahlian bisnis mereka untuk membuat kursus.
Jika Anda punya keahlian yang sama di industri tertentu, mengapa tidak mencoba hal ini?
Di Asia, pembelajaran bahasa, keterampilan kerja lepas, pemasaran digital, dan pemrograman sangat populer.
Memang,tidak semua orang akan sukses besar, tetapi beberapa pengembang kursus melaporkan pendapatan enam digit setiap tahunnya.
Dan dengan semakin banyak orang yang berada di dalam ruangan saat ini, sekarang mungkin waktu yang tepat untuk meluncurkan kursus Anda.
4. Menerbitkan ebook dan buku audio
Berkat berbagai teknologi digital yang terjangkau dan mudah diakses, membuat dan menjual eBook dan buku audio bisa dilakukan secara mudah.
Jika Anda sudah memiliki blog, salah satu strateginya adalah mengubah postingan blog yang relevan menjadi eBook.
Anda juga dapat memanfaatkan keahlian Anda di bidang khusus untuk membuat eBook yang bermanfaat bagi audiens Anda.
Setelah buku Anda selesai ditulis, buku audio adalah langkah selanjutnya yang bisa dilakukan. Banyak konsumen lebih suka menyerap informasi melalui audio.
Meskipun buku audio mungkin belum sepopuler buku elektronik, ini adalah bidang yang memiliki banyak ruang untuk berkembang.
Ebook yang diterbitkan sendiri di Amazon KDP atau Google Play Books menawarkan pendapatan pasif melalui royalti.
Buku audio memperluas hal ini lebih jauh melalui platform seperti Audible. Penulis dapat menargetkan ceruk pasar khusus Asia seperti perjalanan lokal, budaya, atau praktik bisnis.
5. Jual Hasil Foto Anda
Fotografer berbakat dapat mengunggah gambar dan video ke platform stok. Baik fotografer amatir maupun profesional dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui situs foto seperti Shutterstock, Dreamstime, dan Fotolia.
Sebagai penjual di situs-situs ini, Anda akan mendapatkan komisi untuk setiap unduhan yang Anda jual.
Aset digital ini dapat dijual tanpa batas waktu kepada agensi media, bisnis, dan kreator konten di seluruh dunia.
Sebagian orang mengatakan menghasilkan uang dengan cara ini tidak semudah dulu karena banyaknya foto yang beredar. Namun, masih mungkin untuk menghasilkan uang dari penjualan foto Anda secara online.
8. Jual musik, efek suara, atau beat
Para kreator audio dapat memperoleh lisensi untuk trek musik, jingle, atau efek suara. Dengan berkembangnya ekonomi kreator di Asia, permintaan akan aset audio bebas royalti terus meningkat.
9. Menjual skrip, UI Kit, dan komponen kode serta aplikasi
Dengan menggunakan platform tanpa kode seperti Bubble atau Glide, Anda dapat membuat alat sederhana, kalkulator, atau aplikasi mini.
Aplikasi-aplikasi ini dapat dimonetisasi melalui langganan, iklan, atau lisensi seumur hidup.
Pengembang dan desainer dapat menjual komponen siap pakai, seperti UI kit atau cuplikan kode, yang menghasilkan penjualan berulang tanpa pekerjaan tambahan.
10. Bergabunglah dengan program pemasaran afiliasi
Bergabung dengan program afiliasi adalah ide penghasilan pasif yang terbukti menjadikan banyak orang biasa menjadi kaya raya.
Anda membagikan atau menulis tentang produk atau layanan orang lain, dan jika pembaca mengklik tautan dan membelinya, Anda mendapatkan persentase dari penjualan tersebut.
Pendapatan afiliasi berasal dari merekomendasikan produk atau layanan.
Di Asia, jaringan seperti Involve Asia, Shopee Affiliate, dan Lazada Affiliate memudahkan untuk mendapatkan komisi pasif dari tren e-commerce.
Anda bahkan dapat memulai program afiliasi Anda sendiri, meskipun itu akan membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha.
Itulah beberapa rekomendasi passive income yang bisa Anda coba.
Kontributor : Damai Lestari