- Pemerintah Indonesia merencanakan WFH satu hari per minggu sebagai respons lonjakan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS.
- Kebijakan WFH ini diperkirakan mampu mengurangi konsumsi BBM nasional hingga sekitar 20 persen jika diterapkan konsisten.
- Pengamat energi UGM mengingatkan potensi risiko kebijakan terhadap sektor ekonomi informal dan produktivitas sektor manufaktur.
Karena itu, Fahmy mengingatkan pemerintah agar mengkaji matang kebijakan tersebut sebelum diterapkan.
"Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan masak-masak dengan menghitung secara teliti cost and benefit WFH-1. Jangan sampai penerapan WFH-1 memberikan manfaat (benefit) penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain yang harus menanggung biayanya (cost)," pungkasnya.