- Kemenko Perekonomian menilai mudik Lebaran 2026 penggerak ekonomi strategis dengan efek berganda pada berbagai sektor riil.
- Aktivitas mudik historis meningkatkan konsumsi rumah tangga 15%-20% serta pendapatan UMKM daerah hingga 70%.
- Optimisme didukung stimulus fiskal Rp12,8 triliun dan kebijakan diskon transportasi untuk menunjang target pertumbuhan 5,5%-5,6% yoy.
“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.