Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Liberty Jemadu

Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
Negara-negara di Teluk Persia akan menghadapi kiamat kecil jika instalasi desalinasi untuk air minum mereka dihancurkan oleh Iran. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Presiden Trump pada 21 Maret mengultimatum Iran membuka Selat Hormuz atau pembangkit listrik Iran dihancurkan, memicu ancaman balasan.
  • Iran mengancam menghancurkan infrastruktur energi dan desalinasi Timur Tengah jika pembangkit listriknya diserang Amerika Serikat.
  • Kehancuran fasilitas desalinasi sangat mengancam negara Teluk karena 40% air minum kawasan itu bergantung padanya.

Suara.com - Konflik di Timur Tengah meningkat awal pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu 21 Maret kemarin mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, jika tidak semua pembangkit listrik di negeri Persia tersebut akan dihancurkan.

Ancaman ini disambut Iran dengan gertakan balik. Satu saja pembangkit listrik dihancurkan, maka infrastruktur energi dan desalinasi di Timur Tengah akan dihancurkan.

Menurut para analis, desalinasi adalah ancaman paling mengerikan dan bisa menjerumuskan negara-negara Teluk ke jurang kiamat kecil. Instalasi desalinasi adalah sumber kehidupan masyarakat di Timur Tengah dan kehancuran fasilitas-fasilitas itu akan membuat Timur Tengah mengalami krisis yang lebih parah dari kehancuran infrastruktur minyak.

"Jika infrasktruktur energi dan minyak Iran diserang musuh, maka semua infastruktur energi, teknologi informasi dan fasilitas desalinasi air milik Amerika Serikat dan rezim di kawasan ini akan menjadi target," kata juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaqari pada Minggu (22/3/2026).

Ancaman Iran ini tak bisa dipandang sebelah mata. Sejak Israel dan AS menyerang negara itu pada 28 Februari lalu, Iran selalu menepati ultimatumnya termasuk soal menghantam infrastruktur minyak di negara-negara Arab dan menutup Selat Hormuz.

Para analis sejak lama sudah memperingatkan Trump dan Amerika Serikat bahwa jika terjadi perang, rezim Teheran tidak hanya akan menyasar AS tapi juga "menyandera" tetangganya dan bahkan dunia dengan menutup Selat Hormuz sehingga negara-negara yang terdampak krisis energi menekan AS serta Israel untuk menghentikan perang.

Dan inilah yang sekarang terjadi. Ancaman baru Iran untuk menghancurkan instalasi desalinasi akan menjadi pukulan telak bagi negara-negara Arab di Teluk Persia. Ini adalah kelemahan utama negara-negara kaya seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman hingga Arab Saudi.

Kawasan Timur Tengah saat ini bergantung pada air minum dari fasilitas desalinasi - yang mengubah air laut menjadi air yang bisa langsung diminum. Dulu orang-orang di gurun-gurun Arab bergantung pada sumur, tapi dengan semakin banyaknya penduduk butuh infrastruktur besar.

Pada dekade 1950an, negara-negara Arab masih bisa mengandalkan cadangan air tanah yang di akuifer. Tapi kini bahkan cadangan itu sudah habis juga.

baca juga

Menurut data terbaru yang dikumpulkan The Guardian, 70 persen air minum di Arab Saudi berasal dari instalasi desalinasi. Oman sekitar 86 persen. Uni Emirat Arab sekitar 42 persen. Kuwait bahkan mencapai 90 persen.

Sekitar 40 persen air minum di Timur Tengah berasal dari fasilitas desalinasi, yang memasok sekitar 28,96 meter kubik air per hari.

"Beberapa negara Teluk Persia, kota-kota besar tak bisa beroperasi tanpa air dari fasilitas desalinasi," kata Nima Shokri direktur pada Institute Geo-Hydroinformatics, Universitas Teknologi Hamburg, Jerman.

"Kehancuran fasilitas-fasiltas ini bisa memicu krisis air di beberapa negara Teluk," ia memperingatkan.

Uniknya instalasi-instalasi ini banyak terdapat di pesisir Teluk Persia yang berhadapan langsung dengan Iran. Jadi fasiltas-fasiltas ini bukan target yang sukar untuk dihancurkan oleh rezim Teheran.

Shokri juga memperingatkan bahwa instalasi desalinasi butuh waktu lama untuk diperbaiki atau dibangun kembali jika rusak diterjang misil atau drone.

"Di kondisi ekstrem, pemerintah bisa dipaksa untuk menjatah air minum untuk seluruh penduduk perkotaan," kata dia.

Ia juga memperingatakan bahwa fasilitas desalinasi adalah infrastruktur kritis bagi kehidupan manusia dan serangan atasnya akan mengundang kecaman yang luas dari seluruh dunia.

"Maka konflik ini berpotensi meluas," ia memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!

Singgung Nuklir, Iran: Selat Hormuz Ditutup Total Bagi AS dan Israel!

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×