Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

M Nurhadi

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:26 WIB
97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
baca 10 detik
  • Senat AS memperkenalkan RUU "Mined in America" untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat keras penambangan Bitcoin buatan China.
  • RUU ini mendorong pemanfaatan emisi metana berbahaya menjadi energi penambangan guna mendukung kelestarian lingkungan.
  • Pemerintah AS berencana membentuk Cadangan Bitcoin Strategis menggunakan aset digital sitaan untuk tujuan cadangan jangka panjang.

Suara.com - Anggota Senat Amerika Serikat resmi memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) ambisius bertajuk "Mined in America".

Kebijakan strategis ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan teknologi AS dalam industri penambangan Bitcoin (BTC) sekaligus mengakhiri ketergantungan kronis terhadap perangkat keras manufaktur China.

Meski saat ini Amerika Serikat menguasai sekitar 38% pangsa pasar penambangan global, sebuah laporan dari Cryptopolitan pada Selasa (31/3/2026) mengungkapkan fakta sekitar 97% mesin tambang khusus (ASIC) yang beroperasi di AS ternyata diproduksi oleh perusahaan asal China.

Para senator menilai dominasi ini sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan stabilitas rantai pasok infrastruktur keuangan digital.

RUU ini menetapkan peta jalan bagi perusahaan penambangan untuk beralih menggunakan peralatan buatan dalam negeri secara bertahap. Pemerintah menargetkan kemandirian total perangkat keras tambang pada akhir dekade ini.

Sebagai instrumen utama, kebijakan ini memperkenalkan program sertifikasi "Mined in America". Label ini akan diberikan kepada perusahaan yang terbukti menggunakan perangkat keras aman dan mematuhi standar operasional lokal.

Selain meningkatkan kepercayaan investor, regulasi ini mewajibkan lembaga pemerintah untuk aktif mempromosikan dan mendukung pengembangan pabrik mesin tambang di wilayah AS.

Inovasi Hijau: Mengubah Limbah Metana Menjadi Aset Digital
Salah satu poin paling progresif dalam RUU ini adalah pengintegrasian penambangan Bitcoin dengan program kelestarian lingkungan dan pembangunan pedesaan. Penambangan Bitcoin tidak lagi dipandang sebagai beban listrik, melainkan alat penyeimbang beban (load balancing) bagi jaringan listrik nasional.

Senat mengusulkan pemanfaatan emisi gas metana dari ladang minyak dan tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai sumber energi mesin tambang. Metana dikenal sebagai gas rumah kaca yang jauh lebih berbahaya daripada karbon dioksida. Dengan membakarnya untuk menghasilkan listrik bagi penambangan, perusahaan dapat:

baca juga

Mengurangi dampak pemanasan global secara drastis.
Mendapatkan akses pendanaan pemerintah melalui program energi terbarukan dan pertanian.
Mengubah limbah berbahaya menjadi aset finansial yang produktif.
Pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve)

Visi besar lainnya adalah instruksi kepada Departemen Keuangan AS untuk mengelola Cadangan Bitcoin Strategis. Alih-alih hanya menjual Bitcoin hasil sitaan kasus hukum, pemerintah berencana menyimpannya sebagai aset cadangan jangka panjang, setara dengan peran emas atau cadangan minyak bumi nasional.

Sistem ini dirancang agar tidak membebani anggaran negara atau pajak rakyat. Pendanaan cadangan akan bersumber dari pemanfaatan aset digital sitaan lainnya melalui mekanisme staking atau perolehan airdrop.

Sebagai pemanis, perusahaan tambang bersertifikat "Mined in America" akan diberikan insentif khusus berupa pembebasan pajak keuntungan modal (capital gains tax) jika mereka menjual Bitcoin hasil tambangnya langsung kepada pemerintah AS. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat cadangan devisa digital AS di tengah persaingan geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:56 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:47 WIB

Robert De Niro Bakar Semangat Jutaan Warga AS di Jalan: Tidak Ada Raja Trump!

Robert De Niro Bakar Semangat Jutaan Warga AS di Jalan: Tidak Ada Raja Trump!

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:22 WIB

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:02 WIB

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Terkini

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

×