Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

M Nurhadi

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:26 WIB
97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
baca 10 detik
  • Senat AS memperkenalkan RUU "Mined in America" untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat keras penambangan Bitcoin buatan China.
  • RUU ini mendorong pemanfaatan emisi metana berbahaya menjadi energi penambangan guna mendukung kelestarian lingkungan.
  • Pemerintah AS berencana membentuk Cadangan Bitcoin Strategis menggunakan aset digital sitaan untuk tujuan cadangan jangka panjang.

Suara.com - Anggota Senat Amerika Serikat resmi memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) ambisius bertajuk "Mined in America".

Kebijakan strategis ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan teknologi AS dalam industri penambangan Bitcoin (BTC) sekaligus mengakhiri ketergantungan kronis terhadap perangkat keras manufaktur China.

Meski saat ini Amerika Serikat menguasai sekitar 38% pangsa pasar penambangan global, sebuah laporan dari Cryptopolitan pada Selasa (31/3/2026) mengungkapkan fakta sekitar 97% mesin tambang khusus (ASIC) yang beroperasi di AS ternyata diproduksi oleh perusahaan asal China.

Para senator menilai dominasi ini sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan stabilitas rantai pasok infrastruktur keuangan digital.

RUU ini menetapkan peta jalan bagi perusahaan penambangan untuk beralih menggunakan peralatan buatan dalam negeri secara bertahap. Pemerintah menargetkan kemandirian total perangkat keras tambang pada akhir dekade ini.

Sebagai instrumen utama, kebijakan ini memperkenalkan program sertifikasi "Mined in America". Label ini akan diberikan kepada perusahaan yang terbukti menggunakan perangkat keras aman dan mematuhi standar operasional lokal.

Selain meningkatkan kepercayaan investor, regulasi ini mewajibkan lembaga pemerintah untuk aktif mempromosikan dan mendukung pengembangan pabrik mesin tambang di wilayah AS.

Inovasi Hijau: Mengubah Limbah Metana Menjadi Aset Digital
Salah satu poin paling progresif dalam RUU ini adalah pengintegrasian penambangan Bitcoin dengan program kelestarian lingkungan dan pembangunan pedesaan. Penambangan Bitcoin tidak lagi dipandang sebagai beban listrik, melainkan alat penyeimbang beban (load balancing) bagi jaringan listrik nasional.

Senat mengusulkan pemanfaatan emisi gas metana dari ladang minyak dan tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai sumber energi mesin tambang. Metana dikenal sebagai gas rumah kaca yang jauh lebih berbahaya daripada karbon dioksida. Dengan membakarnya untuk menghasilkan listrik bagi penambangan, perusahaan dapat:

baca juga

Mengurangi dampak pemanasan global secara drastis.
Mendapatkan akses pendanaan pemerintah melalui program energi terbarukan dan pertanian.
Mengubah limbah berbahaya menjadi aset finansial yang produktif.
Pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve)

Visi besar lainnya adalah instruksi kepada Departemen Keuangan AS untuk mengelola Cadangan Bitcoin Strategis. Alih-alih hanya menjual Bitcoin hasil sitaan kasus hukum, pemerintah berencana menyimpannya sebagai aset cadangan jangka panjang, setara dengan peran emas atau cadangan minyak bumi nasional.

Sistem ini dirancang agar tidak membebani anggaran negara atau pajak rakyat. Pendanaan cadangan akan bersumber dari pemanfaatan aset digital sitaan lainnya melalui mekanisme staking atau perolehan airdrop.

Sebagai pemanis, perusahaan tambang bersertifikat "Mined in America" akan diberikan insentif khusus berupa pembebasan pajak keuntungan modal (capital gains tax) jika mereka menjual Bitcoin hasil tambangnya langsung kepada pemerintah AS. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat cadangan devisa digital AS di tengah persaingan geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:56 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:47 WIB

Robert De Niro Bakar Semangat Jutaan Warga AS di Jalan: Tidak Ada Raja Trump!

Robert De Niro Bakar Semangat Jutaan Warga AS di Jalan: Tidak Ada Raja Trump!

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:22 WIB

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:02 WIB

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Terkini

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×