Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:02 WIB
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan. [Kementerian UMKM]
  • Indonesia dan China memperkuat kerja sama pangan melalui forum di Wuhan guna mendorong peningkatan ekspor produk nasional.
  • Fokus utama kemitraan mencakup rantai pasok terintegrasi, inovasi teknologi, perluasan akses pasar, dan investasi jangka panjang.
  • Partisipasi Indonesia di China Food Trade Fair 2026 bertujuan menampilkan produk unggulan dan menarik investasi basis produksi dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah mendorong peningkatan ekspor pangan ke China dengan memperkuat kerja sama industri dan perdagangan melalui Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan.

Langkah ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi serta memperluas akses pasar produk nasional.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pangan agar mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, kolaborasi dengan China perlu mencakup seluruh rantai nilai industri.

“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” jelas Maman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Ia juga menilai kerja sama tersebut perlu diarahkan pada implementasi nyata dalam bentuk investasi jangka panjang.

“Kehadiran Paviliun Indonesia mencerminkan komitmen untuk memperkenalkan produk pangan berkualitas ke pasar global. Untuk itu, kerja sama harus dibangun atas dasar kepercayaan, kemitraan yang setara, serta prinsip saling menguntungkan, dan diwujudkan dalam kerja sama strategis dan investasi jangka panjang,” tambahnya.

Forum tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas ekspor sekaligus menarik investasi industri pengolahan ke dalam negeri.

Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan. [Kementerian UMKM]
Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 di Wuhan. [Kementerian UMKM]

Dengan masuknya investasi, kapasitas produksi nasional diharapkan meningkat dan ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 melalui Indonesia Pavilion.

Paviliun tersebut dimanfaatkan untuk menampilkan produk unggulan sekaligus menjajaki kemitraan bisnis dengan pelaku industri global.

Sebanyak 17 exhibitor dari Indonesia ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai komoditas, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan bernilai tambah.

Ketua Umum ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menyebut forum ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan industri dalam negeri.

“Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ungkapnya.

Dari sisi perdagangan, kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan dengan mitra China.

Salah satunya berupa Letter of Intent (LoI) yang berkaitan dengan pengembangan akses pasar dan distribusi produk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:33 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 09:20 WIB

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB