Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

M Nurhadi

Rabu, 01 April 2026 | 11:39 WIB
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]
baca 10 detik
  • Blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak Februari 2026 mengganggu 20 persen pasokan energi dunia serta menahan 2.000 kapal.
  • Pemulihan rantai pasok global pasca-konflik diprediksi memakan waktu berbulan-bulan akibat penumpukan barang dan kerusakan infrastruktur pelabuhan utama.
  • Pelaku industri logistik kini beralih ke rute alternatif guna memitigasi risiko keamanan dan ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut.

Suara.com - Penutupan efektif Selat Hormuz telah memutus aliran energi vital yang selama ini menopang perekonomian dunia. Meski jalur tersebut dibuka kembali dalam waktu dekat, para ahli perdagangan dan pelayaran memperingatkan bahwa pemulihan rantai pasok global tidak akan terjadi seketika, melainkan akan memakan waktu yang sangat lama.

Para pelaku industri logistik menegaskan bahwa berakhirnya konflik militer tidak secara otomatis menyelesaikan kemacetan distribusi barang di pelabuhan-pelabuhan utama kawasan teluk.

"Ketika perang resmi berakhir dan pengeboman dihentikan, bukan berarti perang bagi sektor logistik juga selesai. Justru pada titik itulah pekerjaan yang sebenarnya dimulai," ujar Nils Haupt, Direktur Senior Komunikasi Korporat di perusahaan pelayaran raksasa asal Jerman, Hapag-Lloyd, dikutip dari Aljazeera.

Haupt memprediksi ratusan kapal akan langsung berebut masuk ke pelabuhan utama di kawasan Teluk Persia begitu jalur dibuka.

Menurutnya, tumpukan kontainer yang masuk ke wilayah tersebut akan memicu gangguan rantai pasok dari dan menuju kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama.

Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO), saat ini terdapat sekitar 2.000 kapal yang tertahan di kawasan tersebut akibat blokade parsial Iran.

Otoritas Teheran dilaporkan hanya mengizinkan lewatnya kapal-kapal dari negara yang dianggap memiliki hubungan baik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 unit kapal berada di Teluk Oman. Data dari perusahaan intelijen maritim, Windward, menunjukkan bahwa banyak perusahaan pelayaran saat ini tengah menahan posisi demi bersiap ketika selat resmi dibuka kembali.

Kondisi ini memaksa ratusan kapal lainnya beralih ke Terusan Suez atau mengambil rute yang jauh lebih panjang melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan untuk mencapai Asia dan Eropa.

baca juga

Bahkan, pengiriman minyak dari Arab Saudi kini harus dialihkan melalui Laut Merah guna menghindari titik api di selat tersebut.

Svein Ringbakken, Direktur Pelaksana Asosiasi Risiko Perang Bersama Pemilik Kapal Norwegia, menilai tumpukan muatan minyak, gas, dan barang lainnya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dibereskan.

"Jawaban singkatnya adalah diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan rantai pasok pelayaran ke kondisi normal karena adanya tumpukan barang yang sangat besar," ungkap Ringbakken.

Ia menambahkan bahwa banyak lini produksi terpaksa berhenti karena keterbatasan kapasitas penyimpanan di pelabuhan. Selain itu, kerusakan parah pada infrastruktur produksi dan pelabuhan akibat serangan militer semakin memperburuk efisiensi saat jalur tersebut nantinya dibuka kembali.

Blokade yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan AS-Israel sejak akhir Februari 2026 ini telah mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Hal ini memicu lonjakan harga energi global secara drastis serta menghentikan ekspor bahan kimia, pupuk, dan bahan baku plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 11:21 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!

Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!

Video | Rabu, 01 April 2026 | 10:02 WIB

Amerika Serikat Kalah Dua Laga Beruntun Jelang Piala Dunia 2026, Calon Lumbung Gol?

Amerika Serikat Kalah Dua Laga Beruntun Jelang Piala Dunia 2026, Calon Lumbung Gol?

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Tergiur Janji Lolos Petugas Damkar DKI, Pria Ini Tertipu Rp70 Juta dan Dikejar Utang Ratusan Juta!

Tergiur Janji Lolos Petugas Damkar DKI, Pria Ini Tertipu Rp70 Juta dan Dikejar Utang Ratusan Juta!

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:29 WIB

Penyebab Rumah Banyak Cicak dan Cara Mengusirnya agar Tidak Balik Lagi

Penyebab Rumah Banyak Cicak dan Cara Mengusirnya agar Tidak Balik Lagi

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:29 WIB

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

APBD Stunting Terus Digunting, Dicky Budiman Soroti Layanan Gizi Ibu dan Anak yang Tergerus

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:27 WIB

Bertahan dengan 10 Pemain, John Herdman dan Maarten Paes Ungkap Kunci Indonesia Tahan Malaysia

Bertahan dengan 10 Pemain, John Herdman dan Maarten Paes Ungkap Kunci Indonesia Tahan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:27 WIB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Viva Acne Lotion Bisa Buat Bruntusan Tidak? Ini Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh

Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Weton Apa Aja yang Bisa Kaya? Ini Daftarnya

Weton Apa Aja yang Bisa Kaya? Ini Daftarnya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"

TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Health | Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB

×