Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

M Nurhadi

Rabu, 01 April 2026 | 11:39 WIB
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
Harga minyak dunia terus naik akibat krisis di Teluk. Amerika Serikat mendesak negara-negara sekutunya dan China untuk mengerahkan kapal perang untuk membuka Selat Hormuz. [Suara.com/Iqbal]
baca 10 detik
  • Blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak Februari 2026 mengganggu 20 persen pasokan energi dunia serta menahan 2.000 kapal.
  • Pemulihan rantai pasok global pasca-konflik diprediksi memakan waktu berbulan-bulan akibat penumpukan barang dan kerusakan infrastruktur pelabuhan utama.
  • Pelaku industri logistik kini beralih ke rute alternatif guna memitigasi risiko keamanan dan ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut.

Suara.com - Penutupan efektif Selat Hormuz telah memutus aliran energi vital yang selama ini menopang perekonomian dunia. Meski jalur tersebut dibuka kembali dalam waktu dekat, para ahli perdagangan dan pelayaran memperingatkan bahwa pemulihan rantai pasok global tidak akan terjadi seketika, melainkan akan memakan waktu yang sangat lama.

Para pelaku industri logistik menegaskan bahwa berakhirnya konflik militer tidak secara otomatis menyelesaikan kemacetan distribusi barang di pelabuhan-pelabuhan utama kawasan teluk.

"Ketika perang resmi berakhir dan pengeboman dihentikan, bukan berarti perang bagi sektor logistik juga selesai. Justru pada titik itulah pekerjaan yang sebenarnya dimulai," ujar Nils Haupt, Direktur Senior Komunikasi Korporat di perusahaan pelayaran raksasa asal Jerman, Hapag-Lloyd, dikutip dari Aljazeera.

Haupt memprediksi ratusan kapal akan langsung berebut masuk ke pelabuhan utama di kawasan Teluk Persia begitu jalur dibuka.

Menurutnya, tumpukan kontainer yang masuk ke wilayah tersebut akan memicu gangguan rantai pasok dari dan menuju kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama.

Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO), saat ini terdapat sekitar 2.000 kapal yang tertahan di kawasan tersebut akibat blokade parsial Iran.

Otoritas Teheran dilaporkan hanya mengizinkan lewatnya kapal-kapal dari negara yang dianggap memiliki hubungan baik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 unit kapal berada di Teluk Oman. Data dari perusahaan intelijen maritim, Windward, menunjukkan bahwa banyak perusahaan pelayaran saat ini tengah menahan posisi demi bersiap ketika selat resmi dibuka kembali.

Kondisi ini memaksa ratusan kapal lainnya beralih ke Terusan Suez atau mengambil rute yang jauh lebih panjang melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan untuk mencapai Asia dan Eropa.

baca juga

Bahkan, pengiriman minyak dari Arab Saudi kini harus dialihkan melalui Laut Merah guna menghindari titik api di selat tersebut.

Svein Ringbakken, Direktur Pelaksana Asosiasi Risiko Perang Bersama Pemilik Kapal Norwegia, menilai tumpukan muatan minyak, gas, dan barang lainnya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dibereskan.

"Jawaban singkatnya adalah diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan rantai pasok pelayaran ke kondisi normal karena adanya tumpukan barang yang sangat besar," ungkap Ringbakken.

Ia menambahkan bahwa banyak lini produksi terpaksa berhenti karena keterbatasan kapasitas penyimpanan di pelabuhan. Selain itu, kerusakan parah pada infrastruktur produksi dan pelabuhan akibat serangan militer semakin memperburuk efisiensi saat jalur tersebut nantinya dibuka kembali.

Blokade yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan AS-Israel sejak akhir Februari 2026 ini telah mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Hal ini memicu lonjakan harga energi global secara drastis serta menghentikan ekspor bahan kimia, pupuk, dan bahan baku plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 11:21 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!

Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!

Video | Rabu, 01 April 2026 | 10:02 WIB

Amerika Serikat Kalah Dua Laga Beruntun Jelang Piala Dunia 2026, Calon Lumbung Gol?

Amerika Serikat Kalah Dua Laga Beruntun Jelang Piala Dunia 2026, Calon Lumbung Gol?

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:51 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:47 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

×