Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025
Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakasa, Christian Kartawijaya dalam acara "Meet The CEO" besutan IDNFinancials.com dengan Suara.com.
  • Laba INTP tahun 2025 naik 12% jadi Rp2,24 triliun meski pasar semen domestik kontraksi 2,2%.
  • Volume ekspor semen melonjak 73,9%, kompensasi penurunan pasar curah akibat minimnya proyek infra.
  • INTP kantongi kas kuat Rp5,9 triliun dan genjot bahan bakar alternatif 29% guna efisiensi biaya.

Suara.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil membuktikan ketangguhannya di tengah kelesuan industri semen nasional sepanjang tahun 2025. Meski permintaan pasar domestik mengalami kontraksi, emiten produsen semen "Tiga Roda" ini justru sukses mencetak pertumbuhan laba bersih yang signifikan.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, mengungkapkan bahwa kondisi pasar semen nasional memang tengah menghadapi tantangan berat. Penurunan anggaran pemerintah untuk sektor infrastruktur berdampak langsung pada merosotnya permintaan semen curah.

"Pasar semen domestik turun 2,2% pada 2025, dipengaruhi oleh pelemahan permintaan semen curah sebesar 8,3% akibat penurunan anggaran Pemerintah untuk infrastruktur," ujar Christian kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Sepanjang 2025, Indocement membukukan total volume penjualan sebesar 19,94 juta ton, atau terkoreksi 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan domestik memang turun 3,9%, namun kinerja ekspor perusahaan tampil impresif dengan lonjakan mencapai 73,9%.

Dari sisi top line, INTP mencatat pendapatan neto sebesar Rp17,73 triliun, turun 4,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, penurunan pendapatan ini tidak menghalangi perusahaan untuk mempertebal kantong laba.

Laba tahun berjalan Indocement justru melonjak 12% menjadi Rp2,24 triliun. Christian menjelaskan bahwa efisiensi biaya dan strategi operasional yang tepat menjadi kunci menjaga profitabilitas. Margin laba usaha tercatat di level 15,3% dengan margin EBITDA mencapai 24,1%.

"Kinerja positif ini juga ditopang oleh keuntungan divestasi sebesar Rp670 miliar serta penurunan beban usaha," imbuhnya.

Tak hanya soal angka, Indocement juga menunjukkan komitmen pada keberlanjutan. Penggunaan bahan bakar alternatif meningkat tajam menjadi 29% dari posisi sebelumnya 21,4%. Langkah ini tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga membantu perusahaan memitigasi kenaikan harga energi fosil.

Memasuki tahun 2026, kondisi neraca perusahaan terpantau sangat sehat. Indocement memegang posisi kas bersih mencapai Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025. Amunisi kas yang tebal ini memberikan ruang gerak luas bagi perseroan untuk berekspansi di tengah ketidakpastian global.

Christian memproyeksikan permintaan semen akan mulai merangkak naik pada kuartal II-2026, seiring dengan kembali bergairahnya aktivitas konstruksi. Meski demikian, pihaknya tetap memasang sikap waspada terhadap dinamika global.

"Ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar," pungkas Christian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Persib Bandung Agendakan Game Internal Sebelum Hadapi Semen Padang

Persib Bandung Agendakan Game Internal Sebelum Hadapi Semen Padang

Bola | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:38 WIB

Mudik 2026, SIG Berangkatkan Ribuan Orang dan Salurkan Bantuan

Mudik 2026, SIG Berangkatkan Ribuan Orang dan Salurkan Bantuan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB