Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB
Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi
Ilustrasi WFH. (Freepik)
  • Ketua Umum APINDO, Shinta W Kamdani, mengkritisi kebijakan pemerintah terkait transformasi budaya kerja dan energi pada Kamis, 2 April 2026.
  • APINDO menolak keseragaman kebijakan WFH dan menekankan perlunya fleksibilitas operasional agar tidak memicu inefisiensi serta disrupsi pada sektor usaha.
  • Pemerintah diminta melakukan refocusing anggaran dan pembatasan BBM secara selektif agar tidak mengganggu stabilitas makroekonomi serta distribusi logistik nasional.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merespons kebijakan pemerintah terkait transformasi budaya kerja nasional dan energi dengan sejumlah catatan kritis. 

Dunia usaha menilai kebijakan tersebut perlu dirancang lebih adaptif agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi di tengah tekanan global.

Ketua Umum APINDO, Shinta W Kamdani, menyebut pelaku usaha memahami langkah pemerintah sebagai upaya meredam dampak kenaikan harga energi dan gejolak geopolitik. 

"Namun, implementasi kebijakan perlu dilakukan secara adaptif, terukur, dan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan agar tetap menjaga produktivitas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Salah satu sorotan utama tertuju pada kebijakan work from home (WFH) yang diimbau diterapkan satu hari dalam sepekan. 

APINDO menilai kebijakan tersebut tidak bisa diberlakukan secara seragam di semua sektor usaha.

"Kebijakan WFH perlu memberikan ruang fleksibilitas, bukan penerapan yang diseragamkan. Setiap perusahaan memiliki karakteristik operasional yang berbeda, sehingga keputusan paling efektif justru berada di tingkat masing-masing perusahaan," kata Shinta.

Menurutnya, penerapan WFH tanpa mempertimbangkan kondisi operasional berpotensi memicu inefisiensi hingga disrupsi produksi. 

Bahkan, kebijakan tersebut dinilai bisa kontraproduktif jika mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, misalnya karena fenomena long weekend.

Selain isu tenaga kerja, ia juga menyoroti kebijakan refocusing anggaran pemerintah. 

Dunia usaha mengingatkan agar efisiensi belanja tidak menyasar sektor produktif yang memiliki efek berantai terhadap ekonomi.

"Karena itu, refocusing anggaran perlu dilakukan secara lebih selektif, terukur, dan berbasis produktivitas agar tetap menjaga stabilitas makroekonomi tanpa mengorbankan produktivitas dan momentum pertumbuhan," ucap Shinta.

APINDO menilai pemangkasan belanja produktif berisiko menekan aktivitas sektor riil, termasuk konstruksi, industri pendukung seperti semen dan baja, hingga sektor UMKM yang bergantung pada proyek pemerintah.

Di sisi lain, kebijakan pembatasan BBM subsidi juga dinilai perlu kejelasan teknis di lapangan. 

Pelaku usaha menyoroti potensi perbedaan interpretasi yang bisa menghambat distribusi barang dan logistik.

"Kejelasan definisi dan implementasi teknis menjadi kunci agar tidak menimbulkan hambatan di lapangan serta tidak mengganggu kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi," tutur Shinta.

Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

APINDO menekankan pentingnya kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara sisi suplai dan permintaan. 

Dari sisi suplai, pemerintah diminta memastikan biaya usaha tetap terkendali, sementara dari sisi permintaan diperlukan penguatan daya beli masyarakat.

Dalam jangka pendek, dunia usaha mendorong fokus pada stabilitas makroekonomi melalui pengendalian harga energi, stabilitas nilai tukar, serta kelancaran logistik. 

Selain itu, stimulus bagi industri padat karya dinilai krusial untuk menjaga momentum ekonomi.

Sementara dalam jangka panjang, APINDO menilai perlu adanya strategi struktural seperti penguatan ketahanan energi, pengembangan energi alternatif, hingga pengurangan ketergantungan impor bahan baku.

"Dengan semangat Indonesia Incorporated, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya tahan dan daya saing ekonomi nasional," pungkas Shinta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:00 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB