Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Achmad Fauzi

Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
Program Work From Home pemerintah dinilai tak menggangu produktivitas (Pexels/Annushka Ahuja)
baca 10 detik
  • Pengalaman pandemi menunjukkan kerja hybrid tetap mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.
  • Produktivitas tidak bergantung pada lokasi kerja, melainkan kesiapan sistem digital dan manajemen kinerja.
  • WFH tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga membantu menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat yang mulai diterapkan pemerintah dinilai tidak akan mengganggu produktivitas kerja, bahkan berpotensi meningkatkan efisiensi, seperti yang telah terbukti selama pandemi COVID-19.

Sejumlah akademisi menilai, pengalaman selama masa pandemi menjadi bukti bahwa pola kerja hybrid kombinasi WFH dan kantor mampu menjaga kinerja organisasi tetap optimal, selama didukung infrastruktur digital yang memadai.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, mengatakan kebijakan WFH yang diterapkan satu hari dalam sepekan merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga tetap menjaga produktivitas kerja.

"Kebijakan WFH Nasional setiap Jumat yang dimulai 1 April 2026 merupakan langkah strategis yang menarik untuk dibedah. Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang tidak menentu, pemerintah terlihat memilih jalur 'manajemen permintaan' (demand management) daripada menaikkan harga subsidi yang berisiko memicu inflasi dan gejolak politik," ujar Bonti seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).

Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelesaikan pekerjaan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelesaikan pekerjaan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menegaskan, kunci utama keberhasilan WFH bukan terletak pada lokasi kerja, melainkan pada kesiapan sistem dan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung manajemen organisasi.

"Ditinjau dari perspektif politik dan manajemen organisasi sering kali mempertanyakan hal ini. Kuncinya bukan pada lokasi, melainkan pada infrastruktur digital sebagai backbone manajemen birokrasi," kata Bonti.

Senada, pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai penerapan WFH satu hari dalam seminggu tidak akan menurunkan kinerja organisasi secara signifikan.

Ia bahkan menyebut, dalam beberapa kasus, pola kerja hybrid justru mampu meningkatkan efisiensi kerja jika didukung sistem yang tepat.

"Tantangan memang masih ada, terutama terkait kesiapan digital dan mekanisme pengawasan kinerja. Namun, karena kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam seminggu, maka potensi gangguan terhadap koordinasi dan pelayanan publik relatif dapat diminimalkan, apalagi jika sektor-sektor layanan esensial tetap dikecualikan," kata dia.

baca juga

Menurut Kristian, pengalaman selama pandemi COVID-19 telah memberikan pembelajaran penting bahwa produktivitas kerja tidak selalu bergantung pada kehadiran fisik di kantor.

Dengan dukungan sistem manajemen kinerja yang jelas, infrastruktur digital yang memadai, serta budaya kerja yang adaptif, model kerja hybrid dinilai mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.

Di sisi lain, kebijakan WFH juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global, terutama akibat gejolak harga minyak dunia.

Kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat dinilai tidak menurunkan produktivitas kerja, bahkan berpotensi meningkatkan efisiensi seperti yang terbukti saat pandemi COVID-19.

Pengalaman pandemi menunjukkan kerja hybrid tetap mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.
Produktivitas tidak bergantung pada lokasi kerja, melainkan kesiapan sistem digital dan manajemen kinerja.
WFH tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga membantu menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Terkini

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?

Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN

Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Daftar Lengkap Petugas Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di Plaza Seremoni IKN

Daftar Lengkap Petugas Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di Plaza Seremoni IKN

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:08 WIB

Tampil Serasi di Istana, Gibran-Selvi Kenakan Busana Adat Rote dan Ta'a Dayak

Tampil Serasi di Istana, Gibran-Selvi Kenakan Busana Adat Rote dan Ta'a Dayak

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Kondisi Terkini Yukie PAS Band usai Kecelakaan Mobil di Bandung

Kondisi Terkini Yukie PAS Band usai Kecelakaan Mobil di Bandung

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka

Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:06 WIB

×