Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 09:37 WIB
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak pada 6 April 2026 akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz.
  • Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak mentah di Timur Tengah.
  • Keputusan OPEC+ meningkatkan produksi dianggap tidak efektif karena adanya gangguan pasokan minyak dari wilayah Rusia.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Senin (6/4/2026). Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar yang terus berlanjut mengenai potensi hilangnya pasokan global akibat gangguan jalur pengiriman di kawasan produsen utama Timur Tengah, menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Pantauan Redaksi Suara.com pada pukul 09.00 WIB, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent USD 109 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik jadi kisaran USD 110 per barel.

Tren kenaikan ini menyambung performa volatil pada Kamis lalu, sebelum libur Jumat Agung, di mana WTI ditutup melonjak lebih dari 11 persen dan Brent melesat hampir 8 persen.

Angka tersebut tercatat sebagai kenaikan harga absolut terbesar sejak tahun 2020, dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berjanji akan terus meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.

Krisis Selat Hormuz dan Perburuan Pasokan Alternatif

Titik krusial krisis ini berada di Selat Hormuz, jalur arteri yang menyalurkan minyak dan produk gas dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab.

Jalur ini sebagian besar masih tertutup akibat serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker sejak perang meletus pada 28 Februari lalu.

Kondisi ini memaksa para pengusaha kilang minyak untuk memburu sumber minyak mentah alternatif. Fokus perburuan kini beralih pada kargo fisik di wilayah Pantai Teluk AS (U.S. Gulf Coast) serta Laut Utara Inggris.

"Pembeli global menawar dengan sangat agresif untuk barel-barel dari Pantai Teluk AS, sementara harga Brent reli bahkan lebih cepat," tulis Schork Group dalam catatan resminya kepada klien pada hari Senin.

Presiden AS, Donald Trump semakin meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Dalam unggahan di media sosial pada Minggu Paskah, Trump mengancam akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran mulai hari Selasa, jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

Meski demikian, data pengiriman menunjukkan beberapa kapal masih diizinkan melintas sejak Kamis lalu, termasuk kapal tanker yang dioperasikan Oman, kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang.

Hal ini mencerminkan kebijakan selektif Iran yang hanya mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap "bersahabat" untuk melewati selat tersebut.

Di sisi lain, harapan akan perdamaian tampak semakin menjauh. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa upaya gencatan senjata menemui jalan buntu.

Iran secara resmi menyatakan kepada mediator bahwa mereka tidak bersedia menemui pejabat AS di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat.

Keputusan OPEC+ dan Gangguan Pasokan Rusia

Dalam pertemuan pada Minggu kemarin, aliansi OPEC+ (termasuk Rusia) menyepakati kenaikan produksi moderat sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei.

Namun, para analis menilai keputusan ini hanya akan "indah di atas kertas" karena banyak produsen utama dalam grup tersebut tidak mampu meningkatkan output akibat dampak langsung peperangan.

Kondisi pasokan global kian terjepit setelah pasokan dari Rusia turut terganggu akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap terminal ekspor di Laut Baltik.

Meski laporan media menyebutkan terminal Ust-Luga sudah mulai kembali melakukan pemuatan pada Sabtu lalu setelah terhenti selama berhari-hari, ketidakpastian distribusi masih membayangi pasar energi global. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa

News | Senin, 06 April 2026 | 09:34 WIB

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

News | Senin, 06 April 2026 | 09:03 WIB

Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS

Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS

News | Senin, 06 April 2026 | 08:53 WIB

Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!

Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!

News | Senin, 06 April 2026 | 08:05 WIB

Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran

Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 08:35 WIB

Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang

Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang

News | Senin, 06 April 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur Baru di Tengah Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Pengumuman Penting BCA

Pengumuman Penting BCA

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:57 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Memalukan! Malapetaka IGRS Komdigi Bikin Developer Game Rugi Miliaran Rupiah

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB