Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB
Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan
Warga mencari lowongan pekerjaan di acara Jakarta Job Fair di Mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (12/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • 67% perusahaan tak rekrut karyawan baru & 50% pilih tidak ekspansi hingga 5 tahun ke depan.
  • Investasi menjauhi sektor padat karya meski pengangguran masih tembus 7,35 juta orang.
  • Biaya pesangon RI 240% lebih tinggi dari pesaing, picu relokasi industri ke luar negeri.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan terkait penyerapan tenaga kerja nasional.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026), Apindo menyebutkan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia tidak berencana menambah karyawan dalam waktu dekat.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, memaparkan data survei internal yang menunjukkan 67 persen perusahaan tidak berminat melakukan rekrutmen. Selain itu, sekitar 50 persen perusahaan menyatakan tidak akan melakukan ekspansi dalam lima tahun ke depan.

"Tren investasi saat ini bergeser menjauh dari sektor manufaktur padat karya. Padahal, struktur angkatan kerja kita didominasi tenaga kerja menengah ke bawah yang bergantung pada sektor tersebut," ujar Bob. Ia menekankan perlunya regulasi yang mampu memproteksi buruh tanpa menghambat masuknya investasi.

Senada dengan Apindo, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti adanya tekanan struktural pada pasar kerja. Meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen, angka pengangguran masih menyentuh 7,35 juta orang dengan 57,7 persen pekerja berada di sektor informal berproduktivitas rendah.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan, Subchan Gatot, menjelaskan bahwa daya saing Indonesia melemah akibat tingginya biaya non-upah, terutama pesangon yang mencapai 240 persen lebih tinggi dibanding negara pesaing.

"Di Indonesia, kewajiban pesangon bisa mencapai 19 bulan gaji, sementara di Vietnam hanya sekitar 5 bulan. Disparitas ini memicu relokasi industri ke negara seperti Vietnam dan Kamboja," kata Subchan. Selain itu, ketidaksesuaian antara upah minimum dengan kemampuan riil industri manufaktur membuat banyak perusahaan padat karya kesulitan beroperasi secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Kendalikan Tender, Kejagung Beberkan Keterlibatan Riza Chalid di Kasus Petral

Diduga Kendalikan Tender, Kejagung Beberkan Keterlibatan Riza Chalid di Kasus Petral

Video | Selasa, 14 April 2026 | 10:54 WIB

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:01 WIB

Cuan di Awal, Bertahan di Akhir: Membedah Siklus Sunyi Pekerja Setiap Bulannya

Cuan di Awal, Bertahan di Akhir: Membedah Siklus Sunyi Pekerja Setiap Bulannya

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban

3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:40 WIB

Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka

Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:39 WIB

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:37 WIB

Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya

Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:36 WIB

My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan

My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:35 WIB

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:27 WIB

Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU

Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:25 WIB

Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor

Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:23 WIB

Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?

Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:15 WIB

×