Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB
Rekor Buruk Rupiah Hari Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan sore ini, Selasa (14/4/2026) dengan rekor buruk. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup Rp17.127 (turun 0,13%), kontras dengan penguatan mata uang Asia.
  • Investor wait and see hasil RDG BI; ada risiko outflow modal berkelanjutan.
  • Data PPI AS yang kuat berpotensi memicu rebound dolar dan menekan kurs rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan sore ini, Selasa (14/4/2026) dengan rekor buruk. Di saat mayoritas mata uang regional Asia dan mata uang utama dunia bergerak menguat, rupiah justru terpantau mengalami pelemahan tunggal.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp17.127 per dolar AS, melemah 0,13 persen dibandingkan penutupan Senin (13/4) yang berada di posisi Rp17.105. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok rupiah di level Rp17.135 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai fenomena ini mencerminkan masih rapuhnya sentimen investor terhadap pasar domestik.

"Rupiah ditutup melemah sendirian terhadap dolar AS, sementara mata uang regional Asia maupun utama dunia pada umumnya menguat cukup besar," ujar Lukman saat dihubungi.

Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan belum akan mereda. Pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait and see menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Meski konsensus memprediksi BI Rate akan tetap dipertahankan, Lukman memperingatkan bahwa tanpa adanya kebijakan kejutan, posisi rupiah bisa semakin terhimpit oleh aksi outflow (aliran modal keluar).

Dari sisi eksternal, fokus investor tertuju pada rilis data inflasi tingkat produsen (PPI) Amerika Serikat. Jika PPI AS menunjukkan tren kenaikan mengikuti inflasi konsumen (CPI) yang telah mencapai 1,2 persen, Indeks Dolar AS (DXY) berpotensi kembali rebound dan semakin menekan rupiah.

Berbanding terbalik dengan rupiah, mata uang Asia lainnya justru tampil perkasa sore ini:

  • Dolar Taiwan: Menguat 0,54% (tertinggi)
  • Ringgit Malaysia: Menguat 0,49%
  • Peso Filipina: Menguat 0,47%
  • Won Korea: Menguat 0,30%
  • Yen Jepang: Menguat 0,25%

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:50 WIB

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!

Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Gaji Habis Buat Healing Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Korban Tekanan Sosial Digital

Gaji Habis Buat Healing Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Korban Tekanan Sosial Digital

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Perluas Pasar Ekspor UMKM, Astra Hadirkan Produk Unggulan Lokal di Trade Expo Indonesia 2026

Perluas Pasar Ekspor UMKM, Astra Hadirkan Produk Unggulan Lokal di Trade Expo Indonesia 2026

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

×