DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

M Nurhadi

Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB
DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI mengusulkan verifikasi biometrik sidik jari atau retina untuk pendistribusian gas LPG 3 kilogram.
  • Langkah tersebut bertujuan memastikan subsidi energi tepat sasaran kepada 5,4 juta masyarakat yang memang berhak menerima.
  • Penerapan teknologi digital ini diharapkan dapat mencegah manipulasi data serta efisiensi anggaran subsidi pemerintah tahun 2026 mendatang.

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melontarkan usulan baru terkait mekanisme pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram atau yang sering disebut sebagai "gas melon".

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar proses pembelian gas subsidi tersebut menggunakan verifikasi biometrik berupa pemindaian sidik jari (fingerprint) atau retina mata.

Langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi energi yang dialokasikan pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Usulan ini muncul di tengah diskusi mengenai efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama terkait beban subsidi energi yang terus membengkak.

Said Abdullah menegaskan bahwa distribusi LPG 3 kg saat ini masih memiliki celah besar sehingga sering kali tidak tepat sasaran.

Dengan mekanisme biometrik, identitas penerima manfaat dapat dikunci secara digital dan sulit untuk dimanipulasi oleh pihak yang tidak berwenang.

"Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg," ujar Said Abdullah saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026).

Meskipun mengusulkan pengetatan melalui teknologi biometrik, Said Abdullah menyatakan ketidaksetujuannya jika pemerintah mengambil langkah untuk mengurangi besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, fokus utama pemerintah seharusnya bukan memotong angka subsidi bagi rakyat, melainkan memperbaiki data dan metode distribusinya, khususnya pada komoditas LPG 3 kg.

baca juga

Ia berpendapat bahwa jumlah masyarakat yang benar-benar layak menerima subsidi LPG 3 kg sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pagu anggaran yang saat ini ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan perhitungan internal Banggar DPR, hanya sekitar 5,4 juta orang yang masuk kategori berhak jika kriteria "tepat sasaran" diterapkan secara ketat.

Angka ini jauh di bawah kuota yang ada dalam pagu anggaran saat ini yang mencakup sekitar 8,6 juta orang.

"Karena hitungan kami dari 8,6 juta, kalau mau tepat sasaran, targeted, tidak sia-sia menghambur-hamburkan anggaran, LPG 3 kilo, tabung 3 kg itu hanya 5,4 juta. Cukup, dari 8,6 yang ada di pagu," kata Ketua DPP PDIP tersebut.

Said juga menyoroti fluktuasi harga minyak mentah internasional yang memberikan tekanan pada segala aspek ekonomi.

Namun, ia mengingatkan agar beban tersebut tidak lantas dialihkan kepada rakyat melalui pengurangan subsidi energi.

Ia justru mempertanyakan mengapa harga energi non-subsidi tidak disesuaikan terlebih dahulu sebelum menyentuh alokasi untuk masyarakat kelas bawah.

Data Subsidi LPG dan Tantangan Implementasi

Sebagai gambaran, pemerintah telah menganggarkan dana yang sangat besar untuk menjaga harga gas melon tetap terjangkau.

Pada tahun 2025, subsidi LPG 3 kg dialokasikan mencapai Rp82,95 triliun. Besaran subsidi per tabung diperkirakan berada di rentang Rp30.000 hingga Rp36.000.

Besaran ini membuat Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan jauh di bawah harga keekonomian yang sebenarnya.

Untuk tahun 2026, kuota subsidi LPG 3 kg ditetapkan sebesar 8 juta ton. Berdasarkan data per 30 April 2024, tercatat ada 41,8 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terdaftar dalam sistem "Subsidi Tepat LPG".

Jika dikalkulasi secara kasar, setiap satu individu yang terdaftar tersebut hanya mendapatkan nilai manfaat subsidi sekitar Rp1,98 juta per tahun, atau sekitar Rp165.000 per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB

Harga LPG Tak Naik per April 2026, Pemerintah Jamin Stok Aman

Harga LPG Tak Naik per April 2026, Pemerintah Jamin Stok Aman

Foto | Senin, 06 April 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:18 WIB

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:41 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×