- IHSG turun 20 poin seiring bursa Asia yang ikut tertekan akibat konflik AS-Iran.
- Ancaman Donald Trump serta penutupan jalur minyak memicu lonjakan harga energi dan ketidakpastian pasar.
- Nilai tukar menyentuh Rp17.000 per dolar AS, berpotensi menekan APBN dan memperburuk sentimen domestik
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berujung di zona merah pada sesi I perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG tercatat turun 20 poin atau 0,29 perse ke level 6.969. Pelemahan ini sejalan dengan bursa regional Asia yang juga tertekan di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Sebelumnya, pasar sempat mencermati peluang negosiasi gencatan senjata, termasuk rencana penghentian konflik selama 45 hari yang dapat mengarah pada perdamaian permanen.
Namun, situasi kembali memanas setelah Iran tetap menutup jalur distribusi minyak global, meski mendapat tekanan internasional. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi.
![OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/30/89288-ihsg.jpg)
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menyatakan akan menyerang infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan jika tenggat waktu kesepakatan tidak dipenuhi.
Tekanan terhadap pasar domestik juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. Depresiasi rupiah dinilai memperbesar risiko terhadap kondisi fiskal, termasuk potensi pelebaran defisit APBN.
"Ketidakpastian berakhirnya konflik di Timur Tengah ini memiliki dampak pada kondisi dalam negeri yang akhirnya terbebani fiskal," tulis riset tersebut.
Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain IFSH, ESIP, KUAS, GSMF, dan PMJS. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terdalam di antaranya CHEM, TIRT, OMRE, NSSS, dan SMDM.
Di tengah tekanan pasar, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham CDIA dengan rating buy pada kisaran support 765 hingga resistance 960.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 16,23 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,22 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,10 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 271 saham bergerak naik, sedangkan 398 saham mengalami penurunan, dan 289 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, IFSH, ESIP, KUAS, GSMF, PMJS, MEGA, BELL, INDS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CHEM, TIRT, OMRE, NSSS, SMDM, ITMA, CANI, NANO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.