- RI kebal krisis geopolitik, stok pangan melimpah hingga 2027.
- Program swasembada pangan dipercepat dari 5 tahun menjadi 1 tahun.
- Harga beras dipastikan tetap tenang tanpa kenaikan meski ada ancaman El Nino.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan sinyal positif di tengah mendungnya awan geopolitik dunia. Ia menegaskan bahwa urusan perut rakyat Indonesia dipastikan aman terkendali, bahkan hingga tahun 2027 mendatang.
Menurut Zulhas, eskalasi konflik internasional dan ketidakpastian global tidak akan menggoyang ketahanan pangan nasional. Pemerintah diklaim telah mencium potensi krisis lebih awal dan melakukan langkah mitigasi yang presisi.
"Kalau makan aman gitu ya, walaupun ada masalah di internasional, geopolitik, ada perang-perang, tapi soal makan aman," ujar Zulhas dengan nada optimis di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Politisi PAN ini menjelaskan bahwa kunci dari ketangguhan ini adalah percepatan Program Strategis Nasional (PSN). Kebijakan yang semula ditargetkan rampung dalam lima tahun, kini dipacu habis-habisan untuk tuntas lebih cepat.
"Kebijakan-kebijakan yang sedianya lima tahun, dipercepat. Seperti pangan itu satu tahun. Kita sudah swasembada pangan, alhamdulillah. Stok kita melimpah karena antisipasi yang tepat," imbuhnya.
Terkait komoditas beras yang kerap menjadi sorotan, Zulhas menjamin stabilitas harga di pasar domestik. Ia memastikan tidak ada gejolak harga yang bakal mencekik kantong masyarakat meski kondisi global sedang tidak menentu.
Bahkan, tantangan iklim seperti fenomena El Nino yang biasanya menghantui produktivitas petani, disebutnya sudah masuk dalam kalkulasi pemerintah.
"Sampai tahun 2026 insyaallah beras kita aman ya, bahkan 2027 insyaallah. Enggak (ada kenaikan), beras aman, stok cukup," pungkasnya.