Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 16:08 WIB
Lawan Serbuan Impor, Latinusa (NIKL) Genjot Efisiensi dan Daya Saing di 2026
Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi. Foto tangkapan layar.
  • NIKL fokus efisiensi hulu-hilir & tekan beban bunga demi jaga performa keuangan 2026.
  • Dirut Latinusa optimistis kinerja Q1-2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
  • Kenaikan biaya logistik global jadi peluang NIKL bendung serbuan produk baja impor.

Suara.com - Emiten produsen tinplate (pelat timah), PT Latinusa Tbk (NIKL), memasang kuda-kuda kuat untuk menjaga performa keuangan sepanjang tahun 2026. Fokus utama perseroan kini tertuju pada peningkatan efisiensi operasional guna membentengi diri dari fluktuasi pasar baja domestik.

Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, mengakui bahwa tantangan dari derasnya produk impor diprediksi masih akan membayangi industri hingga awal tahun 2026. Meski demikian, manajemen tetap optimistis target tahun ini dapat tercapai melalui serangkaian penyesuaian operasional yang matang.

"Optimalisasi biaya menjadi kunci utama yang kami terapkan, mencakup seluruh mata rantai produksi dari hulu hingga hilir. Langkah ini melibatkan pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian beban keuangan," ujar Jetrinaldi dalam paparan publik secara virtual, Rabu (8/4/2026).

Strategi "ikat pinggang" dan efisiensi ini diklaim mulai membuahkan hasil manis. Jetrinaldi membeberkan bahwa pencapaian kinerja pada kuartal pertama (Q1) 2026 menunjukkan tren positif, bahkan lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain efisiensi produksi, emiten berkode saham NIKL ini juga memperketat pengelolaan risiko nilai tukar. Langkah ini krusial mengingat struktur biaya perusahaan masih sangat bergantung pada pengadaan bahan baku impor yang rentan terhadap fluktuasi kurs.

"Kami juga berupaya menekan beban bunga, sehingga kami yakin performa tahun ini mestinya bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya," imbuhnya.

Di sisi lain, kondisi makroekonomi global memberikan angin segar bagi produsen lokal. Kenaikan biaya logistik internasional dinilai bakal menjadi hambatan bagi produk impor untuk masuk ke pasar Indonesia.

Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan daya saing harga produk Latinusa di pasar domestik, karena beban pengiriman barang dari luar negeri yang kian mahal. Dengan kombinasi efisiensi internal dan hambatan logistik bagi kompetitor luar, NIKL optimistis mampu mendominasi pasar pelat timah nasional sepanjang 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?

Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?

Your Say | Rabu, 08 April 2026 | 15:22 WIB

Fakta- fakta Penyebab Harga Plastik Melonjak Drastis

Fakta- fakta Penyebab Harga Plastik Melonjak Drastis

Video | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Seskab Teddy Soal Rencana Potong Gaji Menteri: Belum Ada Keputusan

Seskab Teddy Soal Rencana Potong Gaji Menteri: Belum Ada Keputusan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 Proper Emas & 108 Hijau dari KLH

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:34 WIB

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

IIGCE 2026 Segera Digelar, Fokus ke Percepatan Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:32 WIB

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:41 WIB

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:06 WIB

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:57 WIB