Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 18:09 WIB
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
Kenaikan harga plastik memicu lonjakan harga barang konsumsi, penggunaan refill dianjurkan. [ist].
  • Harga plastik naik akibat gangguan pasokan global, menekan biaya produksi industri.
  • Dampak berpotensi menjalar ke konsumen melalui kenaikan harga barang dan penurunan daya beli.
  • Industri mulai beralih ke model reuse dan refill untuk mengurangi ketergantungan pada plastik baru.

Suara.com - Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal baru tekanan ekonomi yang tak bisa diabaikan. Bukan hanya industri, dampaknya kini mulai mengarah langsung ke konsumen.

Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku global yang berdampak pada ketersediaan dan distribusi plastik di pasar. Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat dan berpotensi menggerus margin pelaku usaha.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan kenaikan harga plastik terjadi akibat terganggunya pasokan bahan baku di tingkat global.

"Plastik itu luar biasa naiknya. Tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat mau beli gabah, karungnya enggak ada. Karena karungnya dari plastik," ujarnya di Jakarta, Seperti dikutip, Rabu (8/7/2026).

Harga Plastik Ikut Naik Gara-Gara Perang Timur Tengah. (Suara.com)
Harga Plastik Ikut Naik Gara-Gara Perang Timur Tengah. (Suara.com)

Tekanan ini dirasakan luas karena plastik merupakan komoditas antara yang menopang berbagai sektor industri, mulai dari makanan dan minuman hingga manufaktur.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai dampaknya tidak berhenti di level produsen.

Menurutnya, kenaikan biaya produksi sangat mungkin diteruskan ke harga jual produk, yang pada akhirnya membebani konsumen.

Di sisi lain, pelaku usaha, termasuk sektor usaha kecil dan menengah (UMKM), mulai merasakan tekanan serius. Kenaikan harga bahan baku kemasan berpotensi memangkas keuntungan jika tidak diimbangi dengan penyesuaian harga.

Situasi ini mendorong pelaku industri untuk mulai mengevaluasi ketergantungan terhadap plastik baru. Model bisnis berbasis produksi sekali pakai (single-use) dinilai semakin rentan terhadap gejolak global.

Sebagai respons, sejumlah pelaku usaha mulai beralih ke pendekatan yang lebih efisien seperti penggunaan ulang (reuse) dan isi ulang (refill).

Salah satu contohnya datang dari PT Biru Semesta Abadi melalui layanan Air Minum Biru yang mengandalkan sistem isi ulang.

"Dalam kondisi seperti sekarang, ketahanan sistem menjadi semakin penting. Kami sejak awal membangun model bisnis yang meminimalkan ketergantungan pada plastik baru, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan di rantai pasok," ujar Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat stabilitas operasional bisnis di tengah fluktuasi harga bahan baku.

"Ketika pasokan dan harga menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, tapi bagian dari solusi jangka panjang," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB

Update Harga Plastik April 2026, Naik Drastis Imbas Isu Geopolitik

Update Harga Plastik April 2026, Naik Drastis Imbas Isu Geopolitik

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 06:05 WIB

Update Harga Plastik Terbaru 7 April 2026 yang Masih Melonjak

Update Harga Plastik Terbaru 7 April 2026 yang Masih Melonjak

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB