FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Liberty Jemadu

Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market pada Rabu, 8 April 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market pada Rabu, 8 April 2026.
  • Reformasi tata kelola, transparansi, dan pengawasan pasar yang dilakukan BEI serta OJK dinilai sudah tepat sasaran.
  • Keputusan ini memperkuat kredibilitas serta kepercayaan investor global terhadap stabilitas fundamental pasar modal di Indonesia.

Suara.com - Keputusan FTSE Russell pada Rabu (8/4/2026) yang mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market menunjukkan bahwa arah reformasi pasar modal Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Ia juga menilai kondisi fundamental pasar domestik masih cukup solid.

Dalam laporan lembaga penyedia indeks global tersebut menilai Indonesia masih layak berada di kelompok pasar berkembang sekunder, sekaligus mencerminkan stabilitas dan arah kebijakan yang dinilai tepat.

Penilaian tersebut diberikan ketika pasar modal Indonesia sedang menjalani reformasi menuju pasar yang lebih transparan dengan tata kelola lebih baik.

FTSE Russell mencatat adanya perbaikan signifikan, mulai dari peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penyesuaian persyaratan minimum free float.

Selain itu, penguatan alat pengawasan pasar turut menjadi faktor penting dalam mendorong transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

Langkah-langkah tersebut dinilai mampu memperkuat tata kelola pasar secara menyeluruh, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global terhadap ekosistem investasi di Tanah Air.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai keputusan ini sebagai sinyal penting bagi pasar domestik. Ia menyebut, kepastian status dari FTSE Russell memberikan fondasi psikologis yang kuat di tengah ketidakpastian global.

“Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan Indonesia pada kategori Secondary Emerging Market merupakan sinyal positif yang sangat penting bagi stabilitas dan kredibilitas pasar modal nasional,” ujarnya, Rabu (8/4).

Menurut David, di tengah dinamika global yang fluktuatif, pengakuan ini menunjukkan bahwa arah reformasi pasar modal Indonesia berada di jalur yang tepat. Ia juga menilai kondisi fundamental pasar domestik masih cukup solid.

baca juga

Dari sisi data, kapitalisasi pasar saham Indonesia tetap menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN.

Di saat yang sama, basis investor domestik terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh peningkatan partisipasi investor ritel.

“Pertumbuhan jumlah investor ritel yang pesat, didukung oleh digitalisasi dan inklusi keuangan, menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas pasar di tengah potensi volatilitas aliran dana asing,” kata David.

Apresiasi Reformasi BEI dan OJK

David turut menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, serta Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam mendorong reformasi struktural yang dinilai menyasar akar persoalan pasar.

Ia mengapresiasi empat agenda utama yang telah dituntaskan, yakni keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, implementasi sistem holding statement confirmation (HSC), penguatan klasifikasi investor hingga 39 kategori, serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.

“Hal ini merupakan langkah konkret yang langsung menyasar akar permasalahan pasar,” ujarnya.

Lebih jauh, David menilai arah kebijakan tersebut sejalan dengan praktik terbaik global. Negara-negara yang berhasil naik kelas dalam klasifikasi indeks umumnya konsisten dalam memperbaiki transparansi, aksesibilitas, dan perlindungan investor.

“Dalam hal ini, Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk bergerak ke arah tersebut,” katanya.

Dengan kombinasi reformasi struktural dan dukungan fundamental pasar yang kuat, status Secondary Emerging Market bukan hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi pijakan bagi Indonesia untuk melangkah ke level yang lebih tinggi dalam peta pasar modal global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:41 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:15 WIB

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×