Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

M Nurhadi

Rabu, 08 April 2026 | 12:05 WIB
Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM
Ilustrasi antrian SPBU. (Suara.com/Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Ketidakpastian geopolitik global memicu gangguan distribusi energi yang menyebabkan kenaikan harga serta kelangkaan BBM di Asia Tenggara.
  • Kondisi tersebut mendorong masyarakat Indonesia mencari alternatif transportasi guna menjaga efisiensi mobilitas dari ketergantungan bahan bakar fosil.
  • NUV menyediakan solusi berupa kendaraan listrik sebagai upaya menjaga kemandirian mobilitas warga dari fluktuasi harga energi global.

Suara.com - Eskalasi ketidakpastian geopolitik global yang terjadi belakangan ini mulai memberikan tekanan nyata pada sektor energi di berbagai belahan dunia.

Gangguan pada jalur distribusi energi internasional tidak hanya memicu fluktuasi harga minyak mentah, tetapi juga memunculkan ancaman serius terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini mulai berdampak pada aktivitas domestik di Indonesia, terutama melalui peningkatan biaya transportasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan energi jangka panjang.

Ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil dinilai menjadi titik lemah yang membuat mobilitas publik rentan terhadap gejolak politik luar negeri.

Situasi di kawasan perairan strategis dan konflik antarnegara telah mengganggu kelancaran pasokan energi dunia. Di beberapa negara tetangga, antrean di SPBU dan pembatasan pembelian BBM mulai menjadi pemandangan yang diwaspadai akan merembet ke pasar domestik.

Hal ini memaksa masyarakat untuk mulai mencari alternatif transportasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan bensin atau solar.

Di tengah situasi tersebut, penggunaan kendaraan listrik mulai dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga kemandirian mobilitas.

Ilustrasi kendaraan listrik NUV [NUV]
Ilustrasi kendaraan listrik NUV [NUV]

Salah satu pemasok baru di industri ini, NUV, yang beroperasi di bawah PT Pangeran Maju Bahagia sejak 2025, mencoba menyediakan opsi kendaraan listrik bagi masyarakat urban yang ingin menekan biaya operasional harian.

General Manager NUV, Handy Lie, menjelaskan bahwa perubahan situasi dunia saat ini secara tidak langsung mengubah persepsi publik terhadap pentingnya efisiensi transportasi.

baca juga

Menurutnya, ketika distribusi bahan bakar terganggu dan harga melambung akibat faktor eksternal, masyarakat membutuhkan moda transportasi yang lebih stabil secara biaya.

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, masyarakat memerlukan solusi mobilitas yang lebih mandiri. Kendaraan listrik hadir sebagai opsi untuk menjaga aktivitas tetap berjalan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga atau ketersediaan bahan bakar fosil,” ungkap Handy Lie dalam keterangan resminya.

Sepeda listrik dinilai lebih relevan saat ini karena biaya perawatannya yang relatif rendah dan kepraktisan dalam penggunaan harian, baik untuk perjalanan kantor, urusan bisnis, maupun keperluan keluarga.

Pengguna dapat mengisi daya di rumah, sehingga risiko antrean panjang di SPBU tidak lagi menjadi kendala utama dalam bermobilitas.

Akses dan Ketersediaan Produk

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, NUV aktif melakukan sosialisasi melalui kanal digital di akun Instagram @nuv.official.

Langkah ini diambil untuk menjangkau kelompok produktif dan masyarakat perkotaan yang lebih terbuka terhadap adopsi teknologi transportasi baru.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan uji coba kendaraan atau berkonsultasi mengenai kebutuhan mobilitas, NUV menyediakan fasilitas showroom yang berlokasi di Jl. Raya Serpong Kilometer 7 No.48, Tangerang.

Selain layanan langsung di lokasi, akses pembelian juga dipermudah melalui platform marketplace untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Jabodetabek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sebut APBN Masih Kuat, Purbaya Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Sebut APBN Masih Kuat, Purbaya Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Video | Rabu, 08 April 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×