Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Foto Alvian-Suara.com
  • World Bank pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 4,7% akibat harga minyak dan sentimen risk-off.
  • Revisi ini turun dari proyeksi Oktober 2025 yang sebelumnya berada di angka 4,8%.
  • Ekspor komoditas dan investasi pemerintah jadi bantalan peredam guncangan ekonomi global.

Suara.com - Mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% tampaknya akan menemui batu kerikil.

Pasalnya, Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Dalam laporan terbaru bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan melambat ke level 4,7%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 yang sebelumnya mematok angka 4,8%. Penurunan ini dipicu oleh dinamika global yang kian menantang bagi pasar negara berkembang.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Laporan tersebut menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi "rem" bagi ekspansi ekonomi domestik. Pertama, kenaikan biaya energi dunia menambah beban fiskal dan menekan daya beli.

Kedua, investor di pasar keuangan internasional cenderung lebih berhati-hati, yang memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang ke aset yang lebih aman (safe haven).

Kendati dibayangi awan mendung, World Bank menilai Indonesia masih memiliki napas lega. Status Indonesia sebagai eksportir komoditas utama menjadi bantalan (buffer) yang kuat untuk meredam guncangan.

Pendapatan dari ekspor komoditas dinilai mampu menutup kenaikan biaya energi akibat melambungnya harga minyak. Tak hanya Indonesia, Malaysia juga diprediksi akan mendapatkan manfaat serupa dari windfall ekspor ini.

"Pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah diperkirakan akan sebagian meredam dampak negatif tersebut," lanjut laporan tersebut.

Dengan sokongan investasi pemerintah yang tetap masif, tekanan terhadap perekonomian domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya melumpuhkan target pertumbuhan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:40 WIB

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Video | Kamis, 09 April 2026 | 12:00 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api

Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:05 WIB

Profil Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Viral Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi

Profil Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Viral Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:03 WIB

Green SM Buka Suara Usai Keterlibatan Taksi dalam Kecelakaan KA di Bekasi

Green SM Buka Suara Usai Keterlibatan Taksi dalam Kecelakaan KA di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 06:40 WIB

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 06:17 WIB

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB