Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku tak tidur memikirkan pasokan LPG yang menipis. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia masih mengimpor tujuh juta ton LPG setiap tahun akibat minimnya produksi domestik.
  • Kendala utama pengembangan industri LPG nasional adalah terbatasnya pasokan bahan baku komponen C3 dan C4 di dalam negeri.
  • Pemerintah menyiapkan hilirisasi batubara menjadi DME dan pengembangan Compressed Natural Gas untuk mengurangi ketergantungan impor energi tersebut.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia masih harus mengimpor 7 juta ton LPG untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 8,6 juta ton per tahun. 

Ia menyebut produksi dalam negeri saat ini baru mencapai 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan nasional. Oleh karenanya Bahlil mengaku harus berpikir keras guna memenuhi defisit tersebut. 

"Dan ini terjadi sejak konversi daripada minyak tanah ke LPG. Dan saya juga melaporkan bahwa untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, usai memberikan menemui Presiden Prabowo Subianto pada Senin (27/4/2026). 

Petugas memeriksa tabung Bright gas yang akan disalurkan ke pangkalan. Pemerintah resmi menaikkan tarif gas LPG non subsidi di seluruh Indonesia sejak 18 April 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Kebutuhan LPG dalam negeri tinggi, Indonesia masih penuhi dengan impor [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Bahlil mengungkapkan bahwa keterbatasan bahan baku menjadi tantangan utama dalam pengembangan industri LPG domestik. Ia menjelaskan bahwa produksi C3 dan C4, yang merupakan komponen utama LPG, masih sangat minim di Indonesia.

"Dan salah satu problem kita di Indonesia kenapa tidak bisa kita membangun industri LPG adalah bahan baku LPG itu C3, C4. Dan itu produksi di kita tidak terlalu banyak," ujarnya. 

Meski demikian sejumlah upaya tengah dilakukan pemerintah, salah satunya dengan proyek hilirisasi batubara menjadi dimetil eter atau DME. 

Sebagai solusi, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME).

Bahlil menyebut konversi batubara berkalori rendah (low calorie) menjadi DME merupakan salah satu alternatif potensial untuk menekan ketergantungan pada LPG.

Selain itu, Bahlil mengungkapkan rencana terbaru pemerintah untuk mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG. Rencana ini pun telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

baca juga

"Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×