Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
Produksi pangan di Indonesia belum stabil karena pertanian masih terpusat di Jawa dan terus bergantung pada musim. [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar]
baca 10 detik
  • Produksi pangan nasional terkonsentrasi di Pulau Jawa untuk komoditas padi, jagung, kedelai, gula, dan produk peternakan lainnya.
  • Ketergantungan pola produksi terhadap musim menyebabkan fluktuasi pasokan yang memicu ketidakstabilan harga pangan di pasar sepanjang tahun.
  • Ketimpangan surplus produksi antara wilayah barat dan timur Indonesia menuntut perbaikan sistem manajemen stok serta logistik pangan.

Suara.com - Struktur produksi pangan nasional dinilai masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari konsentrasi wilayah hingga pola produksi yang bergantung musim. Kondisi ini disebut menjadi salah satu penyebab belum stabilnya pasokan dan harga pangan di Indonesia.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan produksi pangan di Indonesia hingga kini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Produksi pangan terpusat, terutama di Jawa. Pangsa produksi padi dari Jawa pada 2024 sebesar 54,2 persen," kata Khudori kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Menurut dia, dominasi Jawa tidak hanya terjadi pada komoditas padi, tetapi juga pada sejumlah komoditas pangan lain seperti jagung, kedelai, gula, hingga produk peternakan.

"Jawa juga pusat produksi jagung, kedelai, gula, daging ayam, telur, hingga bawang merah dan cabai," ujarnya.

Selain persoalan wilayah, Khudori menyoroti pola produksi pangan yang masih sangat bergantung pada musim. Hal ini menyebabkan fluktuasi pasokan yang berimbas pada harga di pasar.

"Produksi pangan bersifat musiman. Misalnya produksi padi tertinggi terjadi saat panen raya Februari sampai Mei," jelas dia.

Ia menambahkan, setelah masa panen raya, produksi cenderung menurun pada musim berikutnya, bahkan memasuki periode paceklik di akhir tahun.

"Setelah itu masuk musim gadu dan kemudian paceklik pada Oktober sampai Januari," kata Khudori.

baca juga

Kondisi tersebut membuat ketersediaan pangan tidak merata sepanjang tahun. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi masyarakat relatif stabil di seluruh wilayah.

Khudori juga mengungkapkan bahwa surplus produksi pangan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah di Indonesia, sementara wilayah lainnya justru mengalami defisit.

"Surplus beras hanya ada pada sekitar 13 sampai 14 provinsi, sisanya minus," ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas lain, di mana surplus produksi cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama di Indonesia bagian barat.

"Pendek kata, surplus produksi pangan berada di wilayah barat Indonesia, sedangkan wilayah timur minus," jelas dia.

Dengan kondisi tersebut, Khudori menilai Indonesia membutuhkan sistem manajemen stok dan logistik yang lebih kuat untuk menjamin distribusi pangan berjalan merata.

"Ini menuntut hadirnya manajemen stok dan logistik yang handal yang menjamin kualitas dan kepastian pasokan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genjot Produksi Beras, Sulsel Distribusikan 2.300 Ton Benih Padi Gratis

Genjot Produksi Beras, Sulsel Distribusikan 2.300 Ton Benih Padi Gratis

Foto | Senin, 27 April 2026 | 16:42 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

Tekno | Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×