Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
Produksi pangan di Indonesia belum stabil karena pertanian masih terpusat di Jawa dan terus bergantung pada musim. [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar]
  • Produksi pangan nasional terkonsentrasi di Pulau Jawa untuk komoditas padi, jagung, kedelai, gula, dan produk peternakan lainnya.
  • Ketergantungan pola produksi terhadap musim menyebabkan fluktuasi pasokan yang memicu ketidakstabilan harga pangan di pasar sepanjang tahun.
  • Ketimpangan surplus produksi antara wilayah barat dan timur Indonesia menuntut perbaikan sistem manajemen stok serta logistik pangan.

Suara.com - Struktur produksi pangan nasional dinilai masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari konsentrasi wilayah hingga pola produksi yang bergantung musim. Kondisi ini disebut menjadi salah satu penyebab belum stabilnya pasokan dan harga pangan di Indonesia.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan produksi pangan di Indonesia hingga kini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Produksi pangan terpusat, terutama di Jawa. Pangsa produksi padi dari Jawa pada 2024 sebesar 54,2 persen," kata Khudori kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Menurut dia, dominasi Jawa tidak hanya terjadi pada komoditas padi, tetapi juga pada sejumlah komoditas pangan lain seperti jagung, kedelai, gula, hingga produk peternakan.

"Jawa juga pusat produksi jagung, kedelai, gula, daging ayam, telur, hingga bawang merah dan cabai," ujarnya.

Selain persoalan wilayah, Khudori menyoroti pola produksi pangan yang masih sangat bergantung pada musim. Hal ini menyebabkan fluktuasi pasokan yang berimbas pada harga di pasar.

"Produksi pangan bersifat musiman. Misalnya produksi padi tertinggi terjadi saat panen raya Februari sampai Mei," jelas dia.

Ia menambahkan, setelah masa panen raya, produksi cenderung menurun pada musim berikutnya, bahkan memasuki periode paceklik di akhir tahun.

"Setelah itu masuk musim gadu dan kemudian paceklik pada Oktober sampai Januari," kata Khudori.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan pangan tidak merata sepanjang tahun. Di sisi lain, kebutuhan konsumsi masyarakat relatif stabil di seluruh wilayah.

Khudori juga mengungkapkan bahwa surplus produksi pangan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah di Indonesia, sementara wilayah lainnya justru mengalami defisit.

"Surplus beras hanya ada pada sekitar 13 sampai 14 provinsi, sisanya minus," ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas lain, di mana surplus produksi cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama di Indonesia bagian barat.

"Pendek kata, surplus produksi pangan berada di wilayah barat Indonesia, sedangkan wilayah timur minus," jelas dia.

Dengan kondisi tersebut, Khudori menilai Indonesia membutuhkan sistem manajemen stok dan logistik yang lebih kuat untuk menjamin distribusi pangan berjalan merata.

"Ini menuntut hadirnya manajemen stok dan logistik yang handal yang menjamin kualitas dan kepastian pasokan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genjot Produksi Beras, Sulsel Distribusikan 2.300 Ton Benih Padi Gratis

Genjot Produksi Beras, Sulsel Distribusikan 2.300 Ton Benih Padi Gratis

Foto | Senin, 27 April 2026 | 16:42 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah

Tekno | Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:13 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:34 WIB

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:18 WIB

Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram

Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:07 WIB

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:30 WIB

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:26 WIB

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:06 WIB

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:44 WIB

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:22 WIB

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB