Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Konflik AS-Iran di Selat Hormuz picu defisit minyak 750.000 barel per hari.
  • Harga Brent diproyeksi naik ke USD 82,85 per barel akibat kelangkaan pasokan.
  • Kerusakan infrastruktur dan risiko sanksi hambat normalisasi distribusi minyak.

Suara.com - Pasar minyak global diprediksi bakal mengalami guncangan hebat sepanjang tahun ini. Para analis memperkirakan terjadinya defisit pasokan yang signifikan menyusul banyanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian meruncing.

Kabar terbaru menyebutkan, upaya perundingan antara kedua negara yang digelar di Pakistan berakhir buntu tanpa membuahkan kesepakatan apa pun. Situasi kian memanas setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu mengakibatkan Selat Hormuz jalur urat nadi yang memasok 20 persen kebutuhan minyak dunia lumpuh total.

Mengutip data Investing.com, hasil survei Reuters terhadap delapan analis menunjukkan bahwa permintaan minyak tahun ini akan melampaui pasokan dengan rata-rata 750.000 barel per hari (bpd). Kondisi ini berbanding terbalik dengan proyeksi September lalu yang sempat memperkirakan surplus sebesar 1,63 juta bpd untuk tahun 2026.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak menyusut hingga 11 juta barel per hari pada akhir Maret. Sementara itu, Bank ANZ memproyeksikan penurunan sebesar 9 juta bpd dari total pasokan global yang sebelumnya mencapai 106,6 juta bpd.

Defisit terdalam diperkirakan bakal menghantam pada kuartal kedua sebesar 3 juta bpd, sebelum diprediksi kembali surplus 1,4 juta bpd pada kuartal keempat. Namun, para ahli memperingatkan bahwa kondisi ini bisa memburuk tergantung pada seberapa lama gangguan di Selat Hormuz berlangsung.

"Masalahnya mencakup asuransi dan risiko pelanggaran sanksi saat bertransaksi dengan Iran, terutama terkait pembayaran bea masuk," ujar Vikas Dwivedi, Ahli Strategi Energi Global dari Macquarie Group. Dwivedi mencatat ada sekitar 136 juta barel minyak yang saat ini tertahan di kawasan Teluk.

Konflik ini telah memicu kenaikan prediksi harga tahunan terbesar dalam catatan survei Reuters. Analis terpaksa mengerek proyeksi harga minyak mentah Brent tahun 2026 sebesar 30 persen menjadi USD 82,85 per barel. Secara riil, dampak perang telah mengatrol harga minyak hingga sekitar 50 persen.

Proses pemulihan produksi ke level normal diprediksi memakan waktu berbulan-bulan. Meski ANZ memperkirakan adanya pemulihan parsial sekitar 2–3 juta bpd dalam jangka pendek, hambatan operasional dan kerusakan infrastruktur tetap menjadi momok.

"Gesekan operasional, infrastruktur yang rusak, dan hambatan ekspor berarti pemulihan kemungkinan besar tidak akan berjalan mulus," tulis laporan ANZ. Bahkan, ada potensi kehilangan kapasitas permanen sebesar 1–2 juta bpd yang akan memicu volatilitas harga di masa depan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:39 WIB

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

News | Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×