Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
  • Konflik AS-Iran di Selat Hormuz picu defisit minyak 750.000 barel per hari.
  • Harga Brent diproyeksi naik ke USD 82,85 per barel akibat kelangkaan pasokan.
  • Kerusakan infrastruktur dan risiko sanksi hambat normalisasi distribusi minyak.

Suara.com - Pasar minyak global diprediksi bakal mengalami guncangan hebat sepanjang tahun ini. Para analis memperkirakan terjadinya defisit pasokan yang signifikan menyusul banyanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian meruncing.

Kabar terbaru menyebutkan, upaya perundingan antara kedua negara yang digelar di Pakistan berakhir buntu tanpa membuahkan kesepakatan apa pun. Situasi kian memanas setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu mengakibatkan Selat Hormuz jalur urat nadi yang memasok 20 persen kebutuhan minyak dunia lumpuh total.

Mengutip data Investing.com, hasil survei Reuters terhadap delapan analis menunjukkan bahwa permintaan minyak tahun ini akan melampaui pasokan dengan rata-rata 750.000 barel per hari (bpd). Kondisi ini berbanding terbalik dengan proyeksi September lalu yang sempat memperkirakan surplus sebesar 1,63 juta bpd untuk tahun 2026.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak menyusut hingga 11 juta barel per hari pada akhir Maret. Sementara itu, Bank ANZ memproyeksikan penurunan sebesar 9 juta bpd dari total pasokan global yang sebelumnya mencapai 106,6 juta bpd.

Defisit terdalam diperkirakan bakal menghantam pada kuartal kedua sebesar 3 juta bpd, sebelum diprediksi kembali surplus 1,4 juta bpd pada kuartal keempat. Namun, para ahli memperingatkan bahwa kondisi ini bisa memburuk tergantung pada seberapa lama gangguan di Selat Hormuz berlangsung.

"Masalahnya mencakup asuransi dan risiko pelanggaran sanksi saat bertransaksi dengan Iran, terutama terkait pembayaran bea masuk," ujar Vikas Dwivedi, Ahli Strategi Energi Global dari Macquarie Group. Dwivedi mencatat ada sekitar 136 juta barel minyak yang saat ini tertahan di kawasan Teluk.

Konflik ini telah memicu kenaikan prediksi harga tahunan terbesar dalam catatan survei Reuters. Analis terpaksa mengerek proyeksi harga minyak mentah Brent tahun 2026 sebesar 30 persen menjadi USD 82,85 per barel. Secara riil, dampak perang telah mengatrol harga minyak hingga sekitar 50 persen.

Proses pemulihan produksi ke level normal diprediksi memakan waktu berbulan-bulan. Meski ANZ memperkirakan adanya pemulihan parsial sekitar 2–3 juta bpd dalam jangka pendek, hambatan operasional dan kerusakan infrastruktur tetap menjadi momok.

"Gesekan operasional, infrastruktur yang rusak, dan hambatan ekspor berarti pemulihan kemungkinan besar tidak akan berjalan mulus," tulis laporan ANZ. Bahkan, ada potensi kehilangan kapasitas permanen sebesar 1–2 juta bpd yang akan memicu volatilitas harga di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:39 WIB

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

News | Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB

Terkini

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB