Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Dicky Prastya

Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Menko Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5 persen pada kuartal pertama dan 5,3 persen di tahun 2026.
  • Stabilitas ekonomi nasional didukung oleh surplus neraca perdagangan, sektor manufaktur yang ekspansif, serta pengelolaan APBN yang terjaga dengan baik.
  • Pemerintah berhasil meningkatkan realisasi investasi hilirisasi serta memperbaiki indikator sosial melalui penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melebihi 5,3 persen di tahun 2026.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026, Menko Airlangga percaya diri angkanya mencapai 5,5 persen.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen, dan pada kuartal pertama tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen,” katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (14/4/2026).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia di triwulan II 2026 dalam posisi yang kuat. Hal ini tercermin dari inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.

Ia memaparkan, sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi dengan indeks 50,1, sementara cadangan devisa tetap kuat sebesar 148,2 miliar Dolar AS. Kemudian, sektor perbankan nasional tetap solid dengan rasio permodalan yang kuat dan risiko kredit yang terkendali.

Sementara di sisi sektor eksternal, kenaikan ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, tembaga, dan aluminium yang mencapai 47 miliar Dolar AS turut memberikan natural hedging terhadap tekanan dari sektor minyak dan gas.

Lalu dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berfungsi sebagai bantalan ekonomi melalui penyaluran bantuan pangan, diskon transportasi, subsidi bahan bakar, dan kompensasi senilai sekitar Rp 11,92 triliun.

Selain itu, defisit APBN tetap terjaga di level 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Maret 2026.

“Lalu transaksi mata uang lokal Indonesia tahun 2025 meningkat menjadi USD25,6 miliar. Angka ini dua kali lipat dibandingkan tahun 2024, dengan negara-negara seperti Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Jepang, dan China, yang sudah menerima transaksi pembayaran QRIS Indonesia,” beber dia.

baca juga

Berbagai indikator sosial ekonomi juga menunjukkan tren perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,25 persen, diikuti dengan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,7 persen, serta rasio gini yang menurun menjadi 0,363.

Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas pertumbuhan juga didukung oleh realisasi investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi tercatat berhasil menyerap sekitar 2,71 juta tenaga kerja baru.

Selain itu, Menko Airlangga menyampaikan salah satu program yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto yaitu hilirisasi. Pada 2025, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau 36,5 miliar Dolar AS, tumbuh 43,3 persen (yoy) dan berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi 2025.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral dan batu bara, diikuti perkebunan dan kehutanan, serta minyak dan gas, perikanan, dan kelautan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa kebijakan subsidi energi yang dilakukan Pemerintah tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, Pemerintah juga menyiapkan cadangan fiskal yang memadai sehingga kebijakan harga energi dapat dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan global.

Sedangkan di sektor investasi, komitmen penanaman modal asing (FDI) terus menunjukkan tren positif, mencakup proyek-proyek strategis, termasuk sektor energi, semikonduktor, dan pusat data.

“Indonesia memiliki lahan, Indonesia memiliki harga energi yang kompetitif, dan kita juga memiliki energi bersih. Harga air kita juga kompetitif. Jadi, sebagian besar perusahaan AS, atau bahkan perusahaan regional, termasuk China, berkomitmen untuk berinvestasi di pusat data Indonesia. Indonesia memiliki populasi lebih dari 280 juta jiwa. Saya pikir digital adalah salah satu hal yang masih menarik bagi sebagian besar investor, terutama dengan AI, komputasi kuantum, mereka membutuhkan lebih banyak pusat data,” pungkas Airlangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Malaysia di Ambang Krisis BBM

Malaysia di Ambang Krisis BBM

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul

Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:55 WIB

Momen Pertemuan Prabowo dan Putin di Istana Kremlin

Momen Pertemuan Prabowo dan Putin di Istana Kremlin

Foto | Selasa, 14 April 2026 | 07:00 WIB

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×