Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Dicky Prastya

Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB
Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya
Ilustrasi kondisi ekonomi. Foto: Warga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (30/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada tahun 2026 dan 2027 mendatang.
  • FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tanpa mempertimbangkan penurunan peringkat atau status.
  • Ketangguhan ekonomi Indonesia didorong oleh permintaan domestik, reformasi pasar modal, serta kebijakan fiskal dan moneter yang stabil.

Suara.com - Lembaga internasional memproyeksikan kondisi ekonomi Indonesia masih tangguh di tengah perang Amerika Serikat vs Iran di kawasan Timur Tengah. Mereka adalah Asian Development Bank (ADB) dan FTSE Russell.

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini naik dari realisasi 5,1 persen pada 2025, sebagaimana tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

Begitu pula lembaga indeks global FTSE Russell yang mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan secara eksplisit menyatakan tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Watch List penurunan status.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengungkapkan, kedua sinyal tersebut hadir di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, volatilitas harga energi, dan ketegangan perdagangan internasional yang mendorong sejumlah ekonomi kawasan mengalami tekanan.

"Proyeksi ADB untuk Indonesia didasarkan pada skenario stabilisasi dini konflik Timur Tengah, dan berada signifikan di atas proyeksi subregional Asia Tenggara yang hanya 4,7% pada 2026, mencerminkan kekuatan struktural yang membedakan Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan," katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (14/4/2026).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Ia menyatakan bahwa ADB menyebut permintaan domestik yang tangguh, inflasi yang terkendali di kisaran 2,5 persen sesuai rentang target Pemerintah, serta kebijakan moneter yang terkalibrasi dengan baik sebagai tiga pilar utama yang membedakan kinerja Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan.

Dari sisi faktor pendorong, ADB mencatat bahwa momentum pertumbuhan awal 2026 ditopang oleh penguatan konsumsi rumah tangga yang didukung peningkatan produktivitas pertanian dan efek musiman Ramadan dan Idulfitri, berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik, serta meningkatnya partisipasi sektor swasta dalam investasi hilir.

"Arus masuk Penanaman Modal Asing yang solid turut membantu membiayai kesenjangan eksternal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan fiskal yang terarah dinilai berperan penting dalam mempertahankan daya beli rumah tangga dan momentum investasi secara simultan," beber dia.

Sementara itu pengakuan FTSE Russell merupakan cerminan langsung dari serangkaian reformasi struktural pasar modal yang tengah diakselerasi secara konsisten.

baca juga

Menurutnya, FTSE Russell mengakui kemajuan implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, penetapan batas minimum free float sebesar 15 persen, serta penerapan mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) sebagai peringatan dini bagi investor.

Status Indonesia yang setara dengan Tiongkok dan India dalam klasifikasi FTSE mempertegas bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju standar tata kelola dan transparansi kelas dunia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyambut positif penilaian tersebut sebagai bukti bahwa reformasi yang sedang berjalan menunjukkan progres yang positif dan kredibel di mata global index provider.

Lebih lanjut ia menyebut, Pemerintah memandang kedua pengakuan internasional tersebut sebagai validasi atas arah kebijakan makroekonomi yang ditempuh secara konsisten yakni dengan memelihara permintaan domestik, memperkuat fondasi fiskal, menjaga kredibilitas moneter, dan melanjutkan reformasi struktural pasar keuangan.

"Di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan, Indonesia membuktikan bahwa kestabilan fundamental domestik merupakan jangkar yang efektif dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang," katanya.

Ke depan, Pemerintah berkomitmen untuk terus mengakselerasi reformasi, termasuk dalam rangka mempersiapkan review kuartalan FTSE Russell yang dijadwalkan pada Juni 2026, serta review MSCI di Mei 2026, demi memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

Dino Patti Djalal: RI Perlu Belajar dari Pakistan, Berani Kritik AS dan Tegakkan Prinsip

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:31 WIB

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB

Malaysia di Ambang Krisis BBM

Malaysia di Ambang Krisis BBM

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×