Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada kegiatan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI di Gedung Bundar Kejaksaan Agung di Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj]
baca 10 detik
  • Utang Luar Negeri RI melonjak jadi Rp7.509 triliun pada Februari 2026, naik dari bulan sebelumnya.
  • Pertumbuhan utang mencapai 2,5%, dipicu utang Bank Sentral lewat instrumen moneter SRBI.
  • ULN Swasta justru turun 0,7%, pertanda lesunya ekspansi sektor riil di tengah beban utang negara.

Suara.com - Kondisi kesehatan fiskal Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 membengkak menjadi 437,9 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp7.509 triliun.

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar 434,9 miliar dolar AS. Kenaikan ini seolah menjadi alarm bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang kian mencekik.

Jika menggunakan proyeksi jumlah penduduk Indonesia tahun 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar 285 juta jiwa, maka setiap individu mulai dari bayi yang baru lahir hingga lansia secara teoretis "menanggung" beban utang luar negeri sebesar kurang lebih Rp26.347.000 per orang.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Anton Pitono, mengungkapkan bahwa secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5 persen (yoy). Laju pertumbuhan ini jauh lebih kencang dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 1,7 persen (yoy).

Peningkatan ini ironisnya justru dipicu oleh sektor publik, terutama bank sentral. Anton menyebut derasnya modal asing yang masuk ke instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi biang kerok utang BI yang kian menumpuk.

"Peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni SRBI," ujar Anton dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski posisi surat utang pemerintah diklaim menurun, total ULN pemerintah pada Februari 2026 tetap bertengger di angka 215,9 miliar dolar AS. Secara tahunan, utang pemerintah masih tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy).

Beban utang ini dialokasikan untuk sektor-sektor yang seharusnya bisa dibiayai secara mandiri jika pengelolaan fiskal lebih optimal, antara lain:

  • Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,0 persen
  • Pertahanan dan Jaminan Sosial: 20,3 persen
  • Jasa Pendidikan: 16,2 persen
  • Konstruksi: 11,6 persen
  • Transportasi dan Pergudangan: 8,5 persen

Di saat utang pemerintah dan BI mendaki, ULN swasta justru mengalami penurunan sebesar 0,7 persen (yoy) menjadi 193,7 miliar dolar AS. Penurunan ini terjadi baik di lembaga keuangan maupun perusahaan non-lembaga keuangan.

baca juga

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa sektor riil justru tengah "tiarap" atau enggan melakukan ekspansi di tengah beban bunga global yang tinggi, menyisakan pemerintah sebagai pemain tunggal yang terus menarik utang demi menambal lubang ekonomi.

Walaupun BI mengklaim struktur utang masih "sehat" dengan rasio terhadap PDB sebesar 29,8 persen, namun ketergantungan pada aliran modal asing di instrumen moneter jangka pendek tetap menyimpan risiko capital outflow sewaktu-waktu yang bisa merontokkan nilai tukar Rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:29 WIB

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:37 WIB

5 Rekomendasi Drakor Komedi Romantis Terbaru Paling Recommended Tahun Ini

5 Rekomendasi Drakor Komedi Romantis Terbaru Paling Recommended Tahun Ini

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 11:33 WIB

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:31 WIB

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:28 WIB

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:23 WIB

×