- Proyek Hunian Warisan Bangsa di Purwakarta dengan harga terjangkau mulai Rp98 juta per unit sejak Maret 2026 mulai diburu masyarakat.
- Skema pembiayaan ringan ditawarkan dengan cicilan mulai Rp500.000 per bulan untuk mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.
- Proyek senilai Rp1,5 triliun ini berhasil menjual 1.500 unit dan diproyeksikan menyerap 3.000 tenaga kerja lokal pada 2026.
Suara.com - Program rumah murah yang digagas pemerintah mulai diburu oleh masyarakat, Salah satunya, Proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta yang mana menyediakan rumah dengan harga mulai dari Rp 98 juta.
HWB Purwakarta menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada di pasar. Untuk pertama kalinya, hunian satu kamar tidur dibanderol mulai Rp98 juta dan dua kamar tidur dari Rp115 juta—jauh di bawah harga pasar FLPP yang umumnya berada di atas Rp160 juta.
Tak hanya soal harga, skema pembiayaan yang ditawarkan juga tergolong sangat ringan. Cicilan rumah dipatok sekitar Rp 500.000 per bulan. Bahkan, untuk unit satu kamar tersedia program cicilan awal hanya sekitar Rp170.000 per bulan selama 15 bulan pertama.
"Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat," ujar Menteri PKP, Bapak Maruarar Sirait seperti dikutip, Rabu (15/4/2026).
![Kawasan Hunian Warisan Bangsa Purwakarta yang tawarkan rumah murah di bawah Rp 100 juta. [Dok HWB].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/07/95002-hwb-hunian-murah-rumah-murah.jpg)
Antusiasme pasar pun terlihat tinggi. Sejak diluncurkan pada Maret 2026 dengan konsep pre-selling, proyek ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit dalam waktu singkat.
Selain terjangkau, kawasan hunian ini juga dikembangkan dengan konsep terencana dan infrastruktur lengkap, sehingga tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga lingkungan komunitas yang terpadu.
Dari sisi lokasi, Purwakarta dinilai strategis karena berada di antara Jakarta dan Bandung serta dikelilingi lebih dari 6.000 pabrik. Kondisi ini membuat kebutuhan hunian bagi pekerja semakin tinggi.
Tak hanya berdampak pada sektor perumahan, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada Juli–Agustus 2026.
Mayoritas material dan tenaga kerja pun berasal dari wilayah Jawa Barat, sehingga memberikan efek pengganda ekonomi bagi daerah sekitar.
"Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghasilkan dampak besar. Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat," kata Perwakilan Lippo Cikarang, Ketut Wijaya.
Di tengah ketidakpastian global akibat konflik dan tekanan inflasi, proyek ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Bagi masyarakat, kehadiran hunian murah ini menjadi peluang besar yang sebelumnya sulit dibayangkan.