- PT Pertamina mencatatkan produksi listrik energi terbarukan sebesar 8.743 GWh dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 GW hingga 2025.
- Berbagai sumber energi bersih seperti panas bumi, gas, surya, dan biogas digunakan untuk memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.
- Pertamina memperluas akses energi bersih melalui program Desa Energi Berdikari yang kini telah tersebar di 252 lokasi seluruh Indonesia.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) mencatatkan produksi listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan sebesar 8.743 GWh hingga 2025. Adapun hasil produksi tersebut disumbang pembangkit listrik bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 GW.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan perusahaan terus meningkatkan pengembangan energi bersih.
Langkah itu menjadi strategi untuk menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
"Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat," kata Baron lewat keterangannya pada Rabu (15/4/2026).

Baron menambahkan bahwa diversifikasi energi melalui EBT juga menjadi upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap volatilitas pasar global.
“Inisiatif ini tidak hanya mendukung target transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi global,” imbuhnya.
Adapun energi bersih yang dihasilkan bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to power dengan kapasitas sebesar 1.772 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 55,3 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 727 MW.
Pertamina juga memperluas penggunaan energi bersih di masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Saat ini, tersedia 252 DEB di Indonesia yang memanfaatkan panel surya, mikrohidro, dan biogas.
"Melalui pengembangan EBT hingga ke tingkat desa, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan," kata Baron.