Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Achmad Fauzi

Kamis, 16 April 2026 | 16:05 WIB
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
Ilustrasi penjualan Vape.[Suara.com]
baca 10 detik
  • Pemerintah diingatkan agar tidak gegabah menerapkan pelarangan total rokok elektrik demi menghindari dampak ekonomi negatif.
  • Wacana pelarangan muncul karena maraknya penyalahgunaan produk ilegal sebagai media narkotika yang memerlukan pengawasan ketat serta edukasi masyarakat.
  • DPR mendorong pemerintah menyusun regulasi berbasis risiko agar kebijakan tetap seimbang tanpa merugikan pelaku UMKM dan tenaga kerja.

Suara.com - Wacana pelarangan rokok elektrik atau vape dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang luas, termasuk risiko hilangnya lapangan kerja.

Sejumlah anggota DPR mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam mengambil kebijakan tersebut.

Isu pelarangan vape mencuat seiring meningkatnya temuan penyalahgunaan produk ilegal sebagai media peredaran narkotika. Namun, para legislator menilai kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi secara menyeluruh.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dalam menyusun regulasi terkait vape.

"Kebijakan yang diambil harus berbasis risiko. Jika memang terbukti menjadi media utama penyalahgunaan narkotika, maka langkah tegas perlu dipertimbangkan," ujar Netty di Jakarta, seperti dikutip, Kamis (16/4/2026).

Ilustrasi remaja menggunakan vape (Pexels/Muhamad Lutfi)
Ilustrasi remaja menggunakan vape (Pexels/Muhamad Lutfi)

Menurutnya, penyalahgunaan rokok elektrik tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh persoalan pengawasan dan dampak sosial ekonomi yang lebih luas.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan produk yang tidak sesuai standar.

“Edukasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada produk yang terlihat aman, tetapi ternyata berisiko tinggi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, mengingatkan bahwa pelarangan total vape dapat berdampak serius terhadap pelaku usaha dan tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut.

baca juga

"Kebijakan tersebut harus melalui tahapan yang matang. Banyak pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya pada penjualan vape, dan tidak sedikit masyarakat yang juga menggunakannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang bersifat reaktif tanpa kajian mendalam justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

DPR pun mendorong pemerintah untuk mengedepankan kebijakan yang seimbang, dengan menggabungkan penguatan pengawasan, edukasi berbasis risiko, serta langkah regulatif yang terukur agar tidak memicu dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk potensi kehilangan lapangan kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×