- RI resmi impor minyak & LPG Rusia demi amankan stok energi di tengah konflik Iran-Israel.
- Pengamat UGM sebut minyak Rusia lebih cocok dengan kilang Pertamina dibanding spek lain.
- Skema G2G dan B2B jadi kunci pemerintah dapatkan harga diskon dan jaminan pasokan migas.
Suara.com - Di tengah panasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang mengancam jalur perdagangan Selat Hormuz, Indonesia memilih merapat ke Moskow untuk memasok minyak mentah (crude) dan LPG.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Ia menilai, pelonggaran sanksi dari Amerika Serikat yang berlaku sejak Maret lalu adalah "lampu hijau" bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan migas tanpa harus was-was berlebihan.
Fahmy menegaskan bahwa momen ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah, terutama jika Rusia menawarkan harga khusus.
"Jadi saya kira ini kesempatan yang baik gitu ya, apalagi kalau Rusia memberikan harga diskon gitu ya, catatannya bisa lebih murah," ujar Fahmy saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).
Selain urusan harga, ada faktor teknis yang sangat krusial: kecocokan spesifikasi. Selama ini, Indonesia sering mengimpor BBM jadi dari Singapura, yang ironisnya juga berasal dari Rusia. Fahmy menilai, membeli langsung dari sumbernya jauh lebih efisien.
"Minyak mentahnya Rusia itu lebih cocok dengan kilang Pertamina. Daripada beli di Singapura, makanya beli langsung saja dari Rusia," tegasnya.
Kepastian pasokan ini merupakan buah manis dari pertemuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Bahlil mengungkapkan bahwa kesepakatan ini mencakup tambahan cadangan minyak mentah dan pemenuhan kebutuhan LPG nasional.
Adapun skema kerja sama yang dijalankan akan melalui dua jalur yakni Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B).
Dengan kerja sama ini, Indonesia diharapkan tidak lagi limbung menghadapi ketidakpastian energi global, sekaligus memangkas rantai pasok yang selama ini membuat biaya energi membengkak.