Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 April 2026 | 08:09 WIB
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250
Gedung Pertamina. (Dok: Pertamina)
baca 10 detik
  • Pemerintah merampingkan jumlah anak usaha Pertamina dari 1.000 menjadi 250 entitas untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Dony Oskaria menyatakan program ini bertujuan memperkuat tata kelola serta menciptakan operasional BUMN energi yang lebih efisien.
  • Transformasi di Jakarta ini merupakan bagian dari strategi reformasi Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan industri global.

Suara.com - Pemerintah mulai melakukan langkah besar dalam merombak struktur BUMN energi. Salah satunya melalui program perampingan anak usaha Pertamina yang jumlahnya akan dipangkas dari 1.000 menjadi 250.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar efisiensi organisasi, melainkan perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN.

"Inilah kenapa kita melakukan streamlining, untuk memastikan bahwa dari seribu sekian menjadi dua ratus lima puluhan perusahaan ke depannya, itu betul-betul perusahaan yang sangat kompetitif, perusahaan yang sehat. Dan yang paling utama adalah governance," ujar Dony di Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).

Kepala BP BUMN Dony Oskaria. [Antara]
Kepala BP BUMN Dony Oskaria. [Antara]

Program ini ditandai dengan penandatanganan traktat komitmen pelaksanaan penataan anak usaha di lingkungan Pertamina, yang menjadi tonggak penting dalam transformasi BUMN sektor energi.

Melalui konsolidasi dan penyederhanaan entitas usaha, pemerintah menargetkan terbentuknya struktur bisnis yang lebih ramping namun memiliki daya saing tinggi.

Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Selain itu, penataan ini bertujuan agar BUMN energi dapat bergerak lebih lincah dan fokus dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah, termasuk tantangan transisi energi global.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mendorong reformasi BUMN agar tidak lagi berjalan dengan pola lama yang dinilai kurang efektif.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara akan terus memperkuat integrasi ekosistem BUMN energi agar lebih terarah dan memiliki fokus bisnis yang jelas.

baca juga

"At some point Indonesia harus berubah. Inilah yang sebetulnya dilakukan oleh Bapak Presiden Prabowo. Tidak mungkin BUMN ini begini terus. Dan saya punya keyakinan untuk itu," pungkas Dony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyakita Dijamin Tetap Ada, Distribusi Bisa 100% Lewat BUMN

Minyakita Dijamin Tetap Ada, Distribusi Bisa 100% Lewat BUMN

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:42 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×