Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 17:55 WIB
Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol
Pemerintah tancap gas mengejar target implementasi campuran etanol dalam bahan bakar sebesar 10% (E10) pada tahun 2028. Foto Gemini.
  • Pemerintah siapkan tax holiday dan tax allowance untuk tarik investor sektor bioetanol.
  • Target implementasi E10 pada 2028, pembangunan pabrik dan lahan bahan baku harus mulai tahun ini.
  • Selain tebu dan singkong, sorgum disiapkan jadi bahan baku utama dukung kemandirian energi.

Suara.com - Pemerintah tancap gas mengejar target implementasi campuran etanol dalam bahan bakar sebesar 10% (E10) pada tahun 2028. Tak main-main, sederet insentif mulai disiapkan untuk merayu investor agar mau melirik industri bioetanol di Tanah Air.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa insentif merupakan kunci utama untuk membangun ekosistem ini dari hulu ke hilir.

"Untuk semua investment yang ada di Indonesia, kita memang kasih insentif dalam bentuk tax holiday dan tax allowance," ujar Todotua saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Meski skema umum seperti diskon pajak sudah tersedia, Todotua memberi sinyal adanya dukungan tambahan. Mengingat bioetanol masuk dalam agenda strategis nasional, pemerintah siap melakukan penetrasi pasar layaknya kesuksesan program biodiesel B40 hingga B50.

"Khusus untuk ini pun nanti akan kita running karena seperti program kita dulu masuk ke biofuel B40 sampai B50 itu ada penetrate-penetrate yang dilakukan," imbuhnya.

Pemerintah merasa perlu "ngebut" karena waktu yang tersisa tidak banyak. Membangun pabrik pengolahan (plant) bioetanol bukanlah perkara semalam jadi. Oleh karena itu, Todotua menargetkan proses investasi dan konstruksi harus sudah dimulai tahun ini.

"Ini sudah harus kita mulai dengan secara serius karena 2028 maksimal itu adalah waktu yang sangat cepat. Membangun plant itu butuh waktu, maka tahun ini sudah harus kita lakukan," tegasnya.

Saat ini, pemerintah tengah menggodok dua komponen utama investasi yakni pembangunan fasilitas pengolahan etanol dan pengembangan bahan baku berkelanjutan.

Menariknya, pemerintah tidak hanya mengandalkan tebu atau singkong. Sorgum kini dijagokan sebagai salah satu bahan baku pelengkap untuk menyokong kebutuhan produksi nasional. Saat ini, pemerintah pun sedang merampungkan studi kelayakan (feasibility study) sebelum proyek benar-benar masuk tahap konstruksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Lagi Rp0, Ini Bocoran Nominal Pajak Mobil Listrik Terbaru Sesuai Permendagri

Bukan Lagi Rp0, Ini Bocoran Nominal Pajak Mobil Listrik Terbaru Sesuai Permendagri

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 15:35 WIB

Pertamina dan Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini

Pertamina dan Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 14:48 WIB

Dilema Mobil Listrik Global Toyota Memilih Melawan Arus saat Honda dan VW Mulai Lempar Handuk

Dilema Mobil Listrik Global Toyota Memilih Melawan Arus saat Honda dan VW Mulai Lempar Handuk

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:31 WIB

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:14 WIB

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB