Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 08:32 WIB
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
Suasana Jakarta Light Festival edisi Imlek di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (13/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IMF pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 5% akibat lonjakan harga komoditas global.
  • Konflik Timur Tengah picu harga minyak naik 21,4% dan ganggu rantai pasok pangan dunia.
  • Ekonomi global melambat ke 3,1%; Vietnam pimpin ASEAN dengan pertumbuhan 7,1%.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar kurang sedap bagi prospek ekonomi nasional. Dalam laporan terbarunya, lembaga donor internasional tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada tahun 2026.

Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang sempat dipatok di level 5,1%. Penurunan ini tertuang dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026.

Penyebab utamanya tak lain adalah tensi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Eskalasi konflik tersebut memicu lonjakan harga komoditas global, terutama di sektor energi, yang pada akhirnya memberikan tekanan hebat bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Perekonomian di seluruh dunia menghadapi dampak buruk melalui pengaruh langsung dari kenaikan harga komoditas," tulis laporan IMF yang dikutip Senin (20/4/2026).

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tampaknya harus bekerja ekstra keras. Vietnam diproyeksikan masih menjadi primadona dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7,1% pada 2026.

Sementara itu, dalam peta persaingan regional lainnya, Indonesia bersanding dengan Malaysia yang sama-sama diproyeksikan tumbuh di angka 4,7% dalam skenario tertentu.

IMF menjelaskan bahwa dalam skenario dasar (baseline), konflik diasumsikan berlangsung singkat dalam beberapa minggu ke depan dengan pemulihan bertahap hingga pertengahan 2026. Namun, risiko "lubang hitam" ekonomi tetap mengintai jika konflik berlangsung lebih lama dan intensitasnya meningkat.

Secara global, IMF melihat adanya tren perlambatan. Ekonomi dunia diperkirakan melambat menjadi 3,1% pada 2026, turun dari posisi 3,4% pada 2025. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga energi yang diperkirakan melambung hingga 19% tahun ini.

Harga minyak mentah diproyeksikan naik signifikan sebesar 21,4% akibat gangguan distribusi di Timur Tengah, dengan rata-rata harga menyentuh US$ 82 per barel. Efek domino dari kenaikan ini dipastikan akan merembet ke harga pangan karena naiknya biaya pupuk dan logistik global.

"Tanpa adanya perang, aktivitas ekonomi global sebenarnya berpotensi tetap berada di jalur stabil pada 2026. Namun, konflik yang berlangsung saat ini menambah ketidakpastian dan menekan prospek pertumbuhan," tutup laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Bola | Senin, 20 April 2026 | 20:26 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

Bola | Senin, 20 April 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:19 WIB

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:17 WIB

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB