Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB
Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.540 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 di Jakarta.
  • Pelemahan dipicu oleh sentimen rebalancing indeks MSCI serta lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
  • Depresiasi mata uang nasional ini menjadi sinyal kewaspadaan terhadap ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5/2026), mata uang Garuda kembali tersungkur dan mencetak rekor buruk baru dalam sejarah nilai tukar domestik, dengan bertahan di zona merah di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data pasar spot dari Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp17.540 per dolar AS. Angka ini menunjukkan depresiasi sebesar 12 poin atau setara 0,07 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Selasa yang berada di level Rp17.529.

Kondisi memprihatinkan ini selaras dengan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang menempatkan rupiah pada level Rp17.415 per dolar AS.

Pergerakan ini kian mempertegas tren pelemahan signifikan yang terjadi sepanjang tahun 2026, di mana rupiah berkali-kali menembus batas psikologis terlemahnya di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sentimen MSCI hingga Harga Minyak

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mencekik rupiah adalah sentimen dari pasar modal, khususnya terkait rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026.

"Jumlah perusahaan asal Indonesia yang didepak dari indeks MSCI pada periode ini ternyata jauh lebih banyak daripada ekspektasi awal para pelaku pasar dan otoritas. Hal inilah yang menjadi beban berat bagi nilai tukar kita," jelas Lukman saat memberikan keterangannya.

Selain faktor internal pasar modal, tekanan eksternal juga datang dari melambungnya harga komoditas energi. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus terjadi ikut memberikan tekanan tambahan bagi stabilitas mata uang nasional.

"Rupiah memiliki potensi untuk terus tertekan seiring dengan penguatan dolar AS, terutama setelah rilis data inflasi Amerika yang melampaui prediksi pasar. Untuk hari ini, kami memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.450 hingga Rp17.600," tambahnya.

baca juga

Nasib kurang beruntung rupiah nyatanya juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia. Won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di Asia pagi ini setelah menyusut 0,17 persen.

Pelemahan ini diikuti oleh dolar Taiwan yang terkoreksi 0,13 persen, peso Filipina sebesar 0,05 persen, serta yen Jepang yang bergerak melemah tipis.

Namun, tidak semua mata uang Asia bertekuk lutut di hadapan the greenback. Baht Thailand justru tampil perkasa dengan penguatan tertinggi di Asia sebesar 0,22 persen.

Diikuti oleh ringgit Malaysia yang naik 0,13 persen, yuan China yang terapresiasi 0,03 persen, serta dolar Hong Kong yang menguat tipis.

Secara akumulatif hingga pertengahan Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mengalami guncangan hebat.

Penembusan level Rp17.500 per dolar AS ini menjadi sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian kondisi global yang kian dinamis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:17 WIB

Rupiah Melemah Jangan Sampai Impulsif: Strategi Waras Hadapi Krisis

Rupiah Melemah Jangan Sampai Impulsif: Strategi Waras Hadapi Krisis

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14 WIB

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×