Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 15:04 WIB
Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!
Karyawan PT Semen Gresik (anak usaha SIG) sedang mengontrol persediaan bahan baku produksi di storage area Pabrik Rembang. [Dok Semen Gresik]
  • SIG bidik 89% potensi pasar bahan bangunan non-semen lewat produk derivatif dan inovasi global.
  • Transformasi hijau SIG berhasil pangkas emisi karbon hingga 21% melalui energi alternatif RDF.
  • Melalui INTERCEM 2026, SIG perkuat pilar rantai pasok dan digitalisasi menuju bisnis bernilai tinggi.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berencana merambah bisnis di kancah internasional. Melalui ajang INTERCEM Asia 2026, emiten pelat merah berkode SMGR ini menebar pesona untuk menjaring kolaborasi global demi memperkuat inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan.

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan bahwa potensi pasar bahan bangunan di tanah air masih sangat "perawan" untuk digarap lebih dalam.

"Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi. Masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap," ungkap Andriano dalam konferensi Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future di INTERCEM Asia 2026.

Andriano menambahkan, modal utama SIG adalah jaringan distribusi yang tak tertandingi. "SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu, SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif," tegasnya.

Tak hanya bicara soal ekspansi pasar, SIG juga memamerkan "otot" keberlanjutannya. Perusahaan fokus pada efisiensi energi mulai dari penggunaan biomassa, Refuse-Derived Fuel (RDF), hingga pemasangan panel surya dan pemanfaatan gas panas buang (Waste Heat Recovery Power Generation).

Hasilnya pun tak main-main. Hingga tahun 2025, SIG sukses menggenjot substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77%. Perusahaan juga berhasil memangkas emisi karbon (GRK) cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta emisi cakupan 2 turun 15% dari baseline 2019.

"INTERCEM Asia membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari produsen hingga penyedia teknologi, guna mendukung transformasi Perusahaan," tambah Andriano.

Senada dengan SIG, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Emmy Suryandari, menyebut sektor mineral nonlogam tumbuh manis sebesar 6,16% pada 2025 dengan investasi mencapai Rp25 triliun.

"Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan," ujar Emmy.

Menurutnya, ajang INTERCEM Asia 2026 merupakan panggung strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan ketahanan industri di masa depan sekaligus mempercepat lahirnya inovasi bahan bangunan ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik

Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi

Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 15:38 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus Pegawai BUMN, 383 Ribu Orang Sudah Melamar

Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus Pegawai BUMN, 383 Ribu Orang Sudah Melamar

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 18:40 WIB

Terkini

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:51 WIB

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:10 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:36 WIB

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:26 WIB