Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Achmad Fauzi

Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].
baca 10 detik
  • Indo Premier Sekuritas meluncurkan aplikasi IPOT berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung investasi saham real-time bagi investor retail di Indonesia.
  • Inovasi ini menyediakan fitur analisis pasar canggih guna menggantikan metode pengambilan keputusan investasi yang sebelumnya hanya berdasarkan spekulasi.
  • Platform ini menawarkan arsitektur berkecepatan tinggi serta sistem keamanan berlapis untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas perdagangan saham nasabah.

Suara.com - Dunia pasar modal kini mulai berubah dengan kecanggihan teknologi. Apalagi dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI) membuat investasi di pasar modal semakin mudah.

Namun, investor di Indonesia masih belum canggih, karena belum beralih memanfaatkan AI dan real-time untuk aktivitas jual-beli saham. Padahal, di pasar maju seperti Amerika Serikat, penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.

Sebaliknya, keterbatasan akses terhadap data real-time di dalam negeri berpotensi membuat keputusan investasi menjadi kurang relevan dengan kondisi pasar yang bergerak dinamis.

Atas kekurangan itu, Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT berinovasi menghadirkan aplikasi saham berbasis AI real-time dan live indicators.

Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].
Ilustrasi perdagangan saham . [Unsplash].

"Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail," ujar Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui berbagai fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik.

Data yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk angka kini diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami.

Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan pasar menjadi lebih jelas. Investor pun dapat membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bergantung pada asumsi atau spekulasi.

Pendekatan ini dinilai mampu mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini atau rumor, kini keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi pasar yang sedang berlangsung secara real-time.

baca juga

Dari sisi infrastruktur, IPOT juga diklaim dibangun dengan arsitektur real-time berlatensi rendah dan kemampuan pemrosesan data tinggi.

Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun serta investasi teknologi besar, platform ini dirancang untuk mengikuti kompleksitas pasar modern.

Selain itu, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan serta mencegah akses ilegal.

Tak hanya itu, ekosistem IPOT juga dilengkapi dengan IPOT Views, yakni riset berbasis data yang membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif dan mengurangi ketergantungan pada narasi spekulatif.

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, penggunaan teknologi AI real-time dinilai menjadi faktor pembeda utama. Investor yang memiliki akses terhadap data cepat dan sistem analisis canggih disebut berada dalam posisi lebih unggul dibandingkan mereka yang masih mengandalkan sistem lama.

Sebagai bagian dari transformasi ini, IPOT membuka akses penggunaan aplikasinya secara gratis, termasuk bagi investor yang sebelumnya menggunakan sekuritas lain.

Perubahan ini sekaligus menandai babak baru dalam industri trading saham di Indonesia. Di era di mana pasar bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama dalam meraih peluang.

"Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya," pungkas Sergio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×