Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Achmad Fauzi

Jum'at, 24 April 2026 | 07:50 WIB
Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
baca 10 detik
  • Indeks utama Wall Street kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026, setelah mengalami koreksi pasar yang signifikan.
  • Tekanan utama berasal dari anjloknya saham sektor teknologi seperti IBM dan ServiceNow akibat laporan kinerja kuartalan yang mengecewakan investor.
  • Eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak serta menekan pasar global.

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berbalik melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026. Semua indeks utama Wall Street kompak merosot.

Suara.com - Mengutip CNBC, indeks S&P 500 tercatat mengalami pelemahan, sementara Nasdaq Composite turun 0,41 persen ke level 7.108,40, meski sempat mencetak rekor tertinggi intraday sepanjang masa.

Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average juga terkoreksi 0,89 persen dan ditutup di posisi 24.438,50, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru dalam sesi tersebut.

Selain itu, indeks lain kehilangan 179,71 poin atau 0,36 pweawn ke level 49.310,32.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi, khususnya saham perangkat lunak. Saham IBM dan ServiceNow masing-masing anjlok lebih dari 8 persen dan hampir 18 persen usai merilis laporan kinerja kuartalan terbaru.

Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].

Meski IBM melampaui ekspektasi pendapatan dan laba, perusahaan mempertahankan panduan setahun penuh yang justru mengecewakan investor. Sementara itu, ServiceNow tertekan akibat perlambatan pertumbuhan pendapatan langganan yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Penurunan juga merembet ke saham teknologi lainnya. Saham Microsoft tercatat turun lebih dari 7 persen, sementara Oracle melemah sekitar 6 persen. Adapun saham Palantir Technologies merosot sekitar 4 persen. ETF sektor perangkat lunak, iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV), juga terkoreksi sekitar 6 persen.

"Saham sedang berusaha menemukan pijakannya setelah pemulihan luar biasa dari titik terendah bulan Maret," kata Chris Kampitsis, mitra pengelola The SKG Team dari Barnum Financial Group.

"Kami memperkirakan saham akan tetap berada dalam kisaran tertentu dalam jangka pendek karena pasar menunggu katalis berikutnya."

baca juga

Ia menambahkan bahwa meski pasar mulai kurang sensitif terhadap berita utama tentang Iran, konflik tersebut masih menjadi beban. Saat ini, ketegangan telah berkembang menjadi kebuntuan angkatan laut antara AS dan Iran di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Kedua negara dilaporkan saling berebut kendali atas Selat Hormuz dan bahkan telah menyita kapal-kapal komersial dalam sepekan terakhir.

Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di wilayah tersebut. "Tidak boleh ada keraguan,” tulisnya dalam unggahan di Truth Social.

Di tengah eskalasi tersebut, harga minyak melonjak. Minyak mentah Brent bertahan di atas USD105 per barel setelah muncul laporan bahwa ketua parlemen Iran mundur dari tim negosiasi, memicu kekhawatiran meningkatnya peran Garda Revolusi.

Selain itu, laporan media Iran menyebut sistem pertahanan udara di Teheran telah diaktifkan untuk menghadapi target musuh, mempertegas tingginya tensi geopolitik yang kini ikut menekan pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:39 WIB

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:54 WIB

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB

Terkini

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

×