Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Achmad Fauzi

Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
ilustrasi indeks saham Wall Street yang nyungsep saat perang berkobar. [Unsplash].
  • Indeks Wall Street melemah pada 21 April 2026 akibat ketidakpastian negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran setelah laporan penundaan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat.
  • Sentimen negatif geopolitik menekan pasar saham meskipun sebagian perusahaan mencatatkan kinerja keuangan kuartal pertama yang positif.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.

Mengutip CNBC, Rabu, 22 April, 2026, Indeks S&P 500 turun 0,63 persen dan berakhir di level 7.064,01. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,59 persen ke posisi 24.259,96.

Adapun Nasdaq Composite juga terkoreksi dengan kehilangan 293,18 poin atau 0,59 persen ke level 49.149,38.

Tekanan di pasar saham meningkat menjelang penutupan perdagangan, menyusul laporan bahwa perjalanan Wakil Presiden AS untuk bergabung dalam negosiasi dengan Iran ditunda. Penundaan tersebut disebut akibat kurangnya komitmen dari Teheran, menurut laporan media AS.

Tak lama setelah itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran mengajukan proposal resmi.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada CNBC bahwa ia berharap kedua negara dapat mencapai kesepakatan, Namun, ia juga menegaskan militer AS siap menyerang Iran jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu gencatan senjata.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menuding Iran telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata dalam unggahannya di Truth Social.

"Kemampuan membangun kepercayaan dalam situasi ini sangat sulit," ujar Brian Mulberry, kepala strategi pasar di Zacks Investment Management. Ia menilai sejarah panjang hubungan dengan Iran membuat pasar meragukan keberlangsungan kesepakatan apa pun.

Meski begitu, Mulberry memperkirakan isu terkait kendali Selat Hormuz masih berpeluang diselesaikan dalam waktu dekat.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sejak awal pekan, setelah sebelumnya indeks utama juga terkoreksi akibat kecemasan menjelang berakhirnya gencatan senjata. Bahkan, Nasdaq telah mengakhiri reli panjang selama 13 hari—yang menjadi yang terpanjang sejak 1992.

Padahal pada pekan sebelumnya, Wall Street sempat mencatatkan kinerja impresif dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi, didorong harapan berakhirnya konflik Iran.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan. Saham UnitedHealth Group melonjak sekitar 7% setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi pendapatan.

Sementara itu, saham Amazon naik 0,7 persen setelah perusahaan menyatakan akan menginvestasikan hingga 25 miliar dolar AS ke startup kecerdasan buatan Anthropic.

Meski dibayangi ketidakpastian geopolitik, pelaku pasar masih menyimpan optimisme terhadap prospek jangka panjang.

"Yang Anda lihat adalah kinerja kuartal pertama yang sangat kuat dalam hal pendapatan. Saya rasa hal itu tidak bisa diabaikan saat ini," kata Mulberry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?

IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:51 WIB

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:22 WIB

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB