- BPI Danantara menargetkan seluruh proses konsolidasi dan perampingan perusahaan BUMN selesai pada tahun 2026 ini.
- BP BUMN memangkas jumlah perusahaan dari 1.077 menjadi 300 unit melalui likuidasi, divestasi, dan penggabungan sektor.
- Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing aset negara di kancah global.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan semua proses konsolidasi BUMN akan ditargetkan selesai pada tahun ini. Konsolidasi itu mulai dari merger hingga holding baru.
Manging Director Dinance Danantara Asset Management, Sahala Situmorang, menjelaskan beberapa opsi merger atau penggabungan usaha memang jadi pilihan utuk BUMN seperti karya, asuransi, hingga logistik
"Semua harus selesai tahun ini. Jadi, tidak ada prioritas khusus. Semua adalah prioritas," ujar Sahala Situmorang dalam acara Fitch on Indonesia 2026 yang dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurut Sahala, konsolidasi justru membuat BUMN itu terlihat efisisen. Ia memberi contoh pada sektor energi hulu yang bisa melakukan efisiensi hingga 400 juta dolar AS.
Sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, memastikan konsolisadasi perusahaan-perusahaan pelat merah terus berlangsung. Bahkan, dia akan memangkas jumlah BUMN yang awalnya 1.000 hanya menjadi 300 perusahaan.
![Logo BUMN. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/27/84963-logo-bumn-suaracom.jpg)
Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara, yang akan mengonsolidasikan aset-aset negara agar lebih terarah dan berdaya saing global.
Dony memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.077 perusahaan di ekosistem BUMN yang sedang ditinjau secara fundamental untuk dirampingkan menjadi sekitar 200-300-an perusahaan pada tahun ini.
"Kita melakukan asesmen mendalam melalui empat tahapan, mulai dari global benchmark, potensi pasar, hingga kapabilitas internal," ujar Dony di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dari hasil asesmen tersebut, BP BUMN membagi perusahaan ke dalam empat kuadran utama. Pertama adalah likuidasi bagi perusahaan yang beban utangnya jauh melebihi aset dan tidak memiliki daya saing pasar.
Kemudian divestasi bagi perusahaan berskala kecil yang berada di luar bisnis inti (misalnya agen perjalanan milik BUMN energi).
Langkah yang krusial lain adalah penggabungan atau konsolidasi perusahaan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, hingga perhotelan agar memiliki skala ekonomi yang besar.
Kemudian pengembangan bagi BUMN strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi dan pertahanan.
Selain perampingan, Dony juga menegaskan perubahan paradigma mendasar dalam interaksi antar-BUMN. Istilah "Sinergi BUMN" kini secara tegas diganti dengan kewajiban.